DEJABAR.ID, SUBANG-Bupati terpilih Kabupaten Subang, Ruhimat, telah membentuk Tim Optimasi dan Sinkronisasi (TOS) 100 Hari Kerja Pemerintah Ruhimat-Agus Masykur Rosyadi. Tim ini dibentuk bertujuan agar komitmen membentuk pemerintahan yang bersih dan berwibawa demi mewujudkan Kabupaten Subang yang Kaya, Istimewa, dan Sejahtera atau disebut Subang Jawara bisa terlaksana.
Dalam Tim Optimasi dan Sinkronisasi (TOS) tersebut, Ruhimat menggandeng 12 professor, 18 doktor, dan lebih dari 30 ahli dari berbagai bidang. Bahkan tiga mantan Komisioner KPK, Bibit Samad Rianto, Erry Riyana Hardjapamekas dan Chandra M Hamzah juga dilibatkan.
Ruhimat mengatakan, untuk membangun Subang ke depan, pihaknya membutuhkan berbagai pemikiran dan gagasan segar dan inovatif serta kreatif. Cita-cita inilah yang mendorong hadirnya TOS dengan diisi tokoh dan profesionalisme, sehingga tercapai Subang Jaya, Istimewa, dan Sejahtera atau disebut Subang Jawara
“Akan hal itu, kita mengundang para pakar, para ahli dan para tokoh dari berbagai bidang untuk sama-sama membangun Subang, hingga Subang jaya, istimewa, dan sejahtera (Jawara) bisa terwujud dengan baik sesuai cita-cita kita bersama” ujarnya
Ruhimat menambahkan, TOS yang diisi puluhan tokoh, profesional dan para ahli di berbagai bidang diharapkan bisa membawa semangat baru bagi warga Subang.
“Hadirnya puluhan tenaga profesional ini akan memberikan nuansa, semangat dan berbagai ide-ide inovatif dalam membangun Subang lebih baik bersih di masa datang,” paparnya.
Ketua TOS, Bibit Samad Rianto menyampaikan, keterpanggilan dirinya ikut dalam TOS Subang ini karena dirinya memiliki semangat yang sama yaitu mewujudkan Subang yang bersih dan maju. Sehingga Subang menjadi kebanggaan bagi warganya.
Senada dengan Bibit, Tim Penasehat TOS Subang lainnya Arfi Rafnialdi mengatakan ke depan Subang harus mewujudkan perubahan ke arah lebih baik lagi.
“Setidaknya terdapat dua hal yang harus dilakukan, yaitu melakukan berbagai inovasi proses pembangunan dan kolaborasi sejak perencanaan sampai realisasi program pembangunan,” terangnya.
Dalam susunan TOS, terdapat Tim Penasihat yang teridiri dari 17 tokoh dan profesional yang digawangi Ermaya Suradinata, Tim Pengarah diisi oleh seluruh pimpinan partai koalisi Jimat–Akur yaitu PAN, Demokrat, Nasdem, PKS, Gerindra, dan PPP. Sementara itu, Ketua TOS dipimpin Bibit Samad Rianto dan Ketua Harian Karim Suryadi. Tim Perumus diisi Cecep Darmawan dan Tatang Suheri serta sepuluh orang anggota lainnya.
Sementara untuk kelompok kerja (Pokja) terdiri dari sembilan Jawara, di antaranya:
1. Jawara Nata membidangi penataan ruang, perumahan dan permukiman, Infrastruktur, serta perhubungan dipimpin oleh HA. Moeslihat.
2. Jawara Niaga membidangi industri, perdagangan, koperasi dan UMKM dimpimpin oleh Daeng Makmur Thahir.
3. Jawara Wisata membidangi pariwisata, seni dan budaya dipimpin oleh M. Zaini Alif.
4. Jawara Raga membidangi kependudukan, ketenagakerjaan, sosial dan kesehatan dipimpin Ecep Sugiana.
5. Jawara Daya mebidangi keagamaan dan pendidikan dipimpin Daeng Arifin.
6. Jawara Miara membidangi perikanan dan peternakan dipimpin Ferdi Faturohman.
7. Jawara Pakaya membidangi pertanian, perkebunan dan kehutanan dipimpin Rachmini Saparita.
8. Jawara Riksa membidangi lingkungan hidup, pertambangan dan energi dipimpin Muhamad Fatah Wiyatna.
9. Jawara Nagara membidangi reformasi birokrasi dan hukum dipimpin Erif Hilmy yang juga pernah berkiprah di KPK dan penggagas zona intergritas menuju wilayah bebas korupsi.(Ahy)
Bentuk 'Subang Jawara', Bupati Terpilih Gandeng 12 Profesor dan Puluhan Profesional Ahli di Berbagai Bidang
Previous Post
Leave a Reply