DEJABAR.ID, CIREBON – Hari Sumpah Pemuda bukan hanya dijadikan sebagai seremonial saja, melainkan juga sebagai ruh yang harus dijadikan sebagai inti dari kegiatan Sumpah Pemuda.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dengan didampingi oleh Pj Walikota Cirebon Dedi Taufik usai menghadiri apel pelaksanan Hari Sumpah Pemuda di Alun-Alun Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (29/10/2018).
“Perayaan Hari Sumpah Pemuda bukan hanya sekedar seremonial saja,” jelasnya.
Menurut Uu, pemuda adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Mereka nantinya akan membawa bangsa Indonesia ini ke arah yang baik ataupun buruk. Bagaimana nasib negara dan bangsa ke depannya, ada di tangan dan pundak pemuda.
Untuk itu, lanjutnya, para pemuda harus mempersiapkan keilmuan, keimanan, dan keahlian dalam berbagai bidang. Karena kalau tidak punya, maka akan termarjinalkan dalam persaingan dan seleksi hidup yang semakin ketat.
“Para pemuda harus bisa membekali diri dengan berbagai bidang, supaya bisa bersaing. Apalagi, Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) saat ini sudah bebas datang ke Indonesia. Kalau para pemudanya tidak mempunyai bekal, maka masa depan bangsa Indonesia akan mengalami ketertinggalan,” jelasnya.
Karena itu, di momen Hari Sumpah Pemuda ini, Uu berpesan kepada para pemuda Indonesia, agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Banyak isu yang beredar di sosial media yang bisa menimbulkan perpecahan. Pemuda harus bisa menangkal isu-isu tersebut supaya tidak terjadi perpecahan.
“Media sosial sudah menjadi pegangan para pemuda. Berarti anak muda memegang peranan yang penting,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply