DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Modus penipuan melalui Handphone di Kabupaten Pangandaran kembali marak terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun sedikitnya 5 orang kurun waktu satu hari mengaku mendapat telpon dari seseorang yang mengaku kerabat dan berujung meminta pulsa.
Salah seorang mahasiswi Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran, Richa Nahdalaily Fathara (20) mengungkapkan pernah mendapatkan telefon dari seseorang yang mengaku teman dan meminta bantuan karena dia sedang kena tilang.
“Saya juga hampir jadi korban penipuan via telefon. Awalnya ada yang menelpon dan suaranya persis temanku, katanya dia kena tilang dan sudah nego untuk memberikan pulsa kepada Polisi,” akunya singkat kepada dejabar.id, Rabu (31/10/2018).
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi mengimbau kepada masyarakat Pangandaran untuk tidak mudah percaya jika ada yang menelfon dan mengaku kena tilang oleh Polisi serta meminta di kirim Pulsa.
“Sampai saat ini tidak ada yang laporan ke Polsek. Namun sebelumnya juga saya sering mendengar dari beberapa orang dan saya langsung membuat selebaran himbauan,”tegasnya.
“Kepada masyarakat dihimbau untuk tidak mudah mempercayai orang yang menelpon dan berujung meminta nominal rupiah,” tambahnya.
Menurut Suyadi, Ada beberapa modus yang umum dilakukan oleh para pelaku penipuan, seperti mengabarkan anak kecelakaan, mengabarkan anak ditilang polisi, mendapat undian berhadiah, atau pelaku mengaku sebagai aparat dan pelaku meminta uang via transfer.
“Jika ada yang mengaku anggota polri, tanyakan segera secara detail siapa namanya, pangkatnya dan dari satuan mana, lalu hubungi kantor polisi terdekat” saran Suyadi.
Suyadi juga memberikan beberapa tips jika ada yang mengabari keluarga atau kerabat kecelakaan atau ditilang polisi.Masyarakat jangan panik sebelum memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Berdiskusilah dengan keluarga atau kerabat dan yang pastinya jangan turuti permintaan untuk mengirimkan uang ataupun pulsa,” pungkasnya. (dry)
Leave a Reply