DEJABAR.ID, BOGOR – Ribuan elemen masyarakat Islam yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT, melakukan aksi unjuk rasa ke Balaikota Bogor, Jumat (9/11), menuntut ketegasan Pemerintah Kota Bogor terhadap maraknya kegiatan Lesbian Gay Biseksual dan Trangender (LGBT) yang saat ini banyak meresahkan semua pihak. Dalam aksinya, mereka melakukan aksi longmarch atau berjalan kaki dari Mesjid Raya menuju Balaikota Bogor, usai Sholat Jumat.
Setibanya di Balaikota, mereka pun langsung membentangkan berbagai poster dan spanduk yang mengecam aktivitas LGBT. Dalam orasinya, massa menuntut Walikota Bogor Bima Arya segera membuat Peraturan Daerah yang menolak adanya LGBT.
” kami mendesak Pemkot dan DPRD Kota Bogor agar membuat aturan tentang pelarangan aktfitas LGBT melalui Perda ” ujar salah satu orator.
Sementara itu di saat menyampaikan tuntutannya, sejumlah perwakilan langsung menemui para jajaran muspida yang terdiri dari Walikota, Kapolresta dan Dandim. Mereka pun akhirnya menyepakati kesepakatan para pendemo yang membuat aturan tentang aktivitas LGBT di Kota Bogor.
” jajaran Pemerintah Kota dan Muspida sepakat untuk berkolaborasi bersinergi dengan alim ulama, tokoh masyarakat, ustad, habib, pondok pesantren untuk memberantas kemaksiatan, memberantas penyimpangan seksual di Kota Bogor,” ujar Walikota Bogor Bima Arya di hadapan pendemo.
Mendengar aspirasinya diterima oleh Pemkot Bogor, massa pun langsung membubarkan diri sehingga sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas di depan Balaikota. (iwk)
Leave a Reply