DEJABAR.ID, CIREBON-Angin puting beliung menerjang wilayah Cirebon, tepatnya di Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon, pada Minggu (30/12/2018) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Akibatnya, puluhan rumah di empat blok di Desa Panguragan Kulon Kabupaten Cirebon, mengalami kerusakan. Atap-atap genteng rumah warga pun beterbangan.
Dari kejadian tersebut, sebanyak 165 rumah dan 2 Musola rusak. Serta, mengakibatkan 1 korban jiwa seorang balita berusia 3 tahun, dan 5 orang luka-luka.
Menurut keterangan salah seorang warga bernama Nurudin (52), kejadian berawal saat ada angin besar, padahal tidak ada hujan. Kemudian, datanglah suara gumuruh kencang.
“Saya ada di dalam rumah saat kejadian. Kemudian saya panik, cari cucu saya dan anak saya yang ada di dalam rumah, lalu keluar rumah,” jelasnya.
Sedangkan menurut Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn, angin puting beliung itu berasal dari awan-awan hujan yang berwarna hitam, yakni awan Cumulonimbus. Kondisi tersebut mempunyai potensi terjadi lagi dari sekarang sampai bulan Mei 2019
“Kecepatan angin puting beliung yang ada di Panguragan tersebut berkisar 80-100 kilometer per jam. Kondisi ini bisa terjadi kembali atau di kemudian hari,” jelasnya dalam keterangannya, Minggu (30/12/2018).
Dengan adanya kejadian ini, dia mengimbau agar pohon yang berukuran tinggi atau yang sudah rimbun dan tergolong tua, supaya segera ditebang. Hal ini sebagai bentuk pencegahan dini dari korban jiwa maupun kerugian.
“Pohon-pohon yang sudah tua sebaiknya ditebang supaya tidak menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya.(Jfr)
Angin Puting Beliung Terjang Beberapa Wilayah di Kabupaten Cirebon
Previous Post
Leave a Reply