Bapak dan Anak asal Majalengka Jadi Korban Kerusuhan di Wamena

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

dejabar.id, Majalengka – Dua warga Kabupaten Majalengka dikabarkan menjadi korban kerusuhan di Wamena, Jawawijaya, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Bahkan, salah satunya mereka mengalami luka-luka yang cukup serius dah harus dirujuk ke rumah sakit setempat.

Kedua warga Kabupaten Majalengka tersebut, diketahui merupakan warga Desa Nanggewer, Kecamatan Sukahaji.

Kepala Desa Nanggewer, Kecamatan Sukahaji, Majalengka, Adi Munadi membenarkan, atas dua warganya yang menjadi korban kerusuhan di Wamena tersebut.

“Iyah benar ada dua warga kami yang kini berada di Wamena. yakni, Baridin (36) dan Reza (20). Keduanya merupakan bapak dan anak,” katanya, Jumat (4/10/2019).

Menurut Adi, mereka yang masih satu keluarga tersebut, sudah sejak dua tahun terakhir berada di Wamena untuk bekerja sebagai pedagang pakaian.

“Sebenarnya ada tiga orang disana, selain Baridin dan Reza ada satu lagi bernama Nasono, namun Nasono, tidak menjadi korban kerusuhan karena saat itu ia masih berada dikontrakannya,” ujarnya.

Sedangkan, lanjut dia, Baridin dan Reza sedang beraktivitas di Pasar. Bahkan, Reza menjadi korban, ia mengalami luka-luka, bahkan sepeda motor dan barang dagangannya di rusak oleh para perusuh. Sedangkan, Baridin bisa lari dan menyelamatkan diri.

“Melihat anaknya terperangkap di lokasi kerusuhan, Baridin mengadu ke TNI dan Polisi untuk segera menyelamatkan Reza. Akhirnya mereka pun diungsikan ke Jayapura,” ucapnya.

Pasca-kerusuhan, Adi menyampaikan bahwa keluarga tersebut ingin segera pulang ke kampung halamannya di Desa Nanggewer, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Mereka, kata dia, terakhir pulang pada Lebaran tahun 2019 ini.

Namun, karena terkendala biaya, mereka terpaksa terus berdagang dengan barang dagangan yang masih tersisa sembari mengumpulkan uang untuk pulang.

“Alhamdulilah, Reza makin membaik tapi dia kayanya trauma. Sementara Nasono saat ini sudah pulang ke Sukabumi. Jadi yang masih di Wamena saat ini, bapak dan anak yang masih berada di pengungsian,” tandasnya. (jja)

Related posts

Leave a Comment