Press ESC to close

Barang Bawaan Tertinggal di Stasiun atau Kereta Api? Laporkan ke Lost and Found

  • January 30, 2020

Dejabar.id, Cirebon – Kerap kali barang bawaan penumpang kereta api ada yang tertinggal atau hilang di lingkungan stasiun maupun di dalam kereta api. Hal ini tentu akan membuat para penumpang merasa panik, apalagi yang tertinggal atau hilang tersebut adalah barang penting dan berharga.

Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan pelayanan kepada pengguna jasa kereta api yang kehilangan barang di dalam kereta api atau di lingkungan stasiun. Penanganan penemuan atau kehilangan barang tersebut dinamakan Pelayanan Lost and Found.

Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi menjelaskan, dengan adanya layanan ini, maka penumpang bisa melaporkan barang yang hilang tersebut kepada kondektur yang sedang berdinas di dalam kereta api, ataupun petugas pengamanan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) yang sedang berdinas di stasiun, serta dapat melalui Contact Center KAI 121.

Setelah itu, PT KAI akan melakukan pencarian barang tersebut. Apabila barang tersebut dapat ditemukan saat itu juga, akan langsung dikembalikan kepada pelapor. Dan jika barang belum bisa ditemukan, akan dilakukan konfirmasi melalui telepon kepada pelapor terkait progres penanganan barang hilang tersebut.

“Jika ada penemuan barang di lingkungan stasiun, maka petugas akan langsung memberikan pengumuman atas penemuan barang tersebut melalui pengeras suara,” jelasnya, Kamis (30/1/2020).

Tamsil melanjutkan, jika setelah dilakukan pengumuman, tidak ada pihak yang mengambil barang, maka barang akan disimpan di pos pengamanan stasiun. Selanjutnya barang yang ditemukan tersebut akan diberi label barang temuan, serta diverifikasi dan diinput datanya ke dalam Database Lost and Found yang dimiliki oleh PT KAI.

“Untuk mengambilnya bisa dengan menunjukan KTP atau identitas lainnya, serta membawa tiket kereta api atau bukti transaksi pembelian tiket bagi penumpang yang kehilangan barang di dalam kereta api,” jelasnya.

Seluruh barang Lost dan Found yang disimpan dalam Pos Pengamanan Stasiun, lanjutnya, akan diklasifikasi dalam 3 kategori, yakni barang makanan dan minuman, barang biasa, dan barang berharga.

Penyimpanan barang Lost and Found juga diberlakukan ketentuan jangka waktu penyimpanan, apabila belum ada pemiliknya yang mengambil. Untuk kategori barang dan minuman basah dan cepat basi maksimal penyimpanan 1×24 jam terhitung sejak ditemukan, dan untuk makanan kering maksimal 7×24 jam. Sedangkan kategori barang biasa, jangka waktu penyimpanan maksimal selama 1 bulan terhitung sejak ditemukan. Dan untuk kategori barang berharga, jangka waktu penyimpanan maksimal 3 bulan terhitung sejak ditemukan.

“Jika barang Lost and Found telah melebihi batas waktu penyimpanan yang telah ditetapkan, maka PT KAI akan memberlakukan penghapusan barang Lost and Found,” tuturnya.

Penghapusan barang tersebut, tambahnya, dapat dilakukan dengan cara pemusnahan ataupun penyerahan kepada pihak kepolisian, atau panti asuhan dan lembaga sosial.

Untuk itu, Tamsil pun mengimbau kepada para penumpang kereta api agar selalu menjaga barang bawaannya masing-masing. Usahakan jika ada barang berharga, agar selalu melekat pada diri tiap penumpang.

“Perhatikan juga imbauan dari para petugas untuk menjaga barang bawaan, jangan sampai tertinggal atau tertukar,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *