DEJABAR.ID, CIREBON – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon memperkirakan, nilai transaksi non tunai dengan kartu debit dan kredit atau melalui Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) pada saat musim libur lebaran nanti, akan tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya wisatawan yang datang ke wilayah Ciayumajakuning pada libur lebaran nanti.
Menurut Kepala KPwBI Cirebon M. Abdul Majid Ikram, tingginya nilai transaksi APMK karena wisatawan yang datang biasanya tidak banyak membawa uang tunai. Sehingga, mereka lebih banyak menggunakan transaksi non tunai.
“Para wisatawan ini kebanyakan tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar, sehingga mereka lebih sering menggunakan uang non tunai,” jelasnya, Kamis (23/5/2019).
KPwBI Cirebon mencatat, lanjutnya, total nilai transaksi APMK di wilayah Ciayumajakuning pada bulan Januari 2019 mencapai Rp 8,5 triliun. Angka tersebut paling tinggi dibandingkan bulan Februari 2019 dan bulan Maret 2019, yakni Rp 6,3 triliun dan Rp 6,1 triliun.
Namun, pada bulan Desember 2018, lanjutnya, nilai transaksi APMK lebih tinggi dibandingkan pada bulan Januari 2019, yakni mencapai Rp8,7 triliun. Untuk bulan Oktober 2018 dan bulan November 2018, nilai transaksi APMK masih tinggi mencapai Rp 8,2 triliun dan Rp 7,8 triliun.
“Di antara wilayah Ciayumajakuning, Kota Cirebon yang paling tinggi transaksi APMK dibandingkan daerah lainnya,” jelasnya.
Adapun nilai transaksi APMK di Kota Cirebon paling tinggi berada di bulan Oktober 2018, yakni mencapai Rp2,65 triliun, dan yang paling rendah pada bulan Februari 2019 yang hanya mencapai Rp 1,6 triliun. Kabupaten Kuningan terendah mencapai Rp 760 miliar pada bulan Oktober 2018, dan tertinggi Rp 981 miliar pada bulan Desember 2018.
Majid pun heran, Kabupaten Kuningan relatif lebih rendah transaksinya dibandingkan daerah lainnya. Padahal, di Kabupaten Kuningan cukup banyak ditemukan objek wisata, yang pastinya dikunjungi oleh para wisatawan.
“Tapi ternyata nilai transaksi APMK rendah,” tuturnya.
Karena itu, lanjutnya, tingginya transaksi APMK di Kota Cirebon, membuktikan perekonomian Kota Cirebon cukup bagus. Menurutnya, pemerintah daerah harus terus menarik wisatawan. Sebab kekuatan ekonomi Kota Cirebon masih bertumpu kepada wisatawan.
“Maka dari itu, Ramadan dan libur Lebaran jangan sampai disia-siakan untuk menggaet wisatawan agar datang ke Kota Cirebon,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply