Dianggap Kebijakan Sepihak, Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Keluhkan Pemotongan THR


0

Bekasi – Para Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi mengeluhkan adanya pemotongan Tunjangan Hari Raya (THR) yang mana mereka rasakan atas kebijakan sepihak.

Yosi, salah seorang pegawai PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi mengungkapkan rasa kekesalannya atas pemotongan THR yang dilakukan oleh pihak Perusahaan PDAM dimana kebijakan tersebut mereka anggap dari kebijakan yang sepihak.

“Setelah tadi siang dan sore tadi kita para pegawai PDAM masing-masing dapat THR, ternyata yang kita terima tidak sesuai dengan yang kita harapkan, hitungannya seperempat gaji pokok, jelas kita rada keberatan,” terang Yosi, Rabu (13/5/2020).

Menurut kita, sambung Yosi, PDAM itu enggaklah terkena dampak virus Corona atau Pandemi Covid-19, jauhlah, karena para konsumen pada bayar semua kok, tidak ada yang kita berikan relaksasi tunggakan.

“Pemotongan yang kami alami di tahun 2020 sekitar satu seperempat persen (1/4%) dari gaji pokok bukan gaji bersih. Pemotongan THR yang dilakukan selain dasar penghitungannya tidak jelas, dasar hukumnya juga kami tidak tahu ditambah tidak ada konfirmasi ke kami para pegawai PDAM. Seharusnyakan minimal ada omonganlah ke kita-kita,” terang Yosi dengan nada kesal.

Yosi pun berharap agar semoga kedepannya management di PDAM Bhagasasi lebih terbuka, lebih transparansi walaupun perusahaan ada kendala setidaknya kami para pegawai tahulah agar kami juga dapat mengerti dan memahami.

Ditempat yang sama, Teguh, salah seorang pegawai PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi turut mengutarakan cobalah untuk di jaman yang sudah canggih saat ini, era 4.0 dimana keterbukaan informasi publik sudah berlaku dan ada dimana-mana, namun kenapa di management PDAM tidak ada transparansinya?

“Dana THR ini sampai ke pegawai kalau bisa ya kami dikasih tahu. Kenapa bisa terpotong? Dasar hukumnya apa? Seharusnya, setiap Anggaran yang dikeluarkan kan harus diperkuat oleh SK. Seperti sebelumnya terkait pemotongan 50 persen gaji pemangku jabatan untuk dampak Covid-19. Orang Pemda saja mengeluarkan penyertaan modal harus ada Peraturan Daerah (Perda), ini masa gak ada,” tegas TG seraya bertanya.

Bicara rasionalisasi Pendapatan Kesejahteraan Pegawai, sambung TG, menurut kami sangat layak untuk di PDAM ini, berbanding dengan 250 ribu SL.

“Ya kita bandingkan saja dengan saudara muda kita PDAM Tirta Patriot, mereka sanggup mengasih THR satu bulan setengah. Kenapa kita harus berbeda? Jumlah saja SL PDAM Tirta Patriot dengan Bhagasasi, jauh,” ungkapnya.

Teguh berharap kepada segenap Pimpinan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi agar bisa punya sent off cruise ship’s bahwa pegawai-pegawai dibawah ini sudah banyak yang teriak, banyak yang menangis.

“Masa selama 3 tahun berturut-turut tidak ada kenaikan kesejahteraan Pegawai, yang ada malah hilang. Bukannya yang ada malah ditingkatkan ini yang ada malah dihilangin. Dengan 32 Tahun lebih PDAM ini berdiri ya agar lebih Bijaksana lagilah para Pimpinan. Masa sejak PDAM Bhagasasi berdiri grafiknya malah menurun. Apalagi untuk kepemimpinan Direksi yang sekarang ini sudah dua periode. Ya semoga kami para pegawai lebih diperhatikan lagi,” imbuh Teguh.(mad/**)


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format