dejabar.id – Dian Sastrowardoyo atau yang akrab disapa Dian Sastro adalah salah satu selebriti yang aktif menyuarakan kritikan terhadap sejumlah pasal kontroversial dalam revisi KUHP.
Salah satunya yang menjadi sorotan Dian Sastro yaitu terkait korban perkosaan bakal dipenjara 4 tahun, jika hendak menggugurkan janin hasil perkosaan.
Belum lama ini sempat ramai dibicarakan mengenai Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyindir Dian Sastro dinilai tidak membaca secara keseluruhan isi revisi KUHP. Yasonna Laoly pun menyarankan agar aktris berusia 37 tahun itu membaca aturan sebelum berkomentar.
“Dian Sastro tak baca UU sebelum komen. Jadi, terlihat bodoh. Apa yang disampaikan tak seperti itu. Tapi, sudah berkomentar dan jadi ke mana-mana,” ujar Yasonna, Senin (23/9/2019), dilansir dari Kumparan.
“Jadi kalau di KUHP lama itu, justru korban perkosaan kalau menggugurkan langsung masuk (dipidana). Tapi, dengan adanya revisi KUHP, korban pemerkosaan diberi waktu 60 hari, lalu setelah dia berpikir misalnya dia mau menggugurkan, maka negara melindungi. Jadi justru tidak dipidana. Ini kan kesalahan pemahaman,” tambah Yasonna.
Menanggapi hal tersebut, Dian Sastro mengatakan dirinya memang lebih baik merasa bodoh tapi ingin belajar.
“Daripada kita kecil hati dibilang nggak tahu apa-apa, pelajari lagi yuk,” kata Dian.
Mengenai anggapan tak membaca Undang-Undang, Dian menegaskan membaca RKUHP tersebut dan akan terus membacanya.
“Saya dan teman-teman membaca dan ya, kami akan membaca lagi. Karena Lebih baik kita merasa bodoh dan terus belajar daripada sudah merasa sudah tau semuanya. Kamu boleh memanggilku apa pun yang kamu mau. Tapi kami tidak akan tinggal diam,” tulis Dian di Instagram story seperti dikutip Kompas.com, Selasa (24/9/2019).
“Saya dan teman-teman membaca dan ya kami akan membaca lagi dan membaca lagi,” ujarnya.

Rupanya, kata-kata menohok Dian Sastro yang diduga ditujukan kepada Yasonna Laoly itu menarik perhatian Sujiwo Tejo. Bahkan, seniman sekaligus aktor itu memberikan gelar khusus untuk Dian Sastro, yaitu ‘Putri Reformasi’. Hal itu disampaikannya melalui cuitannya di Twitter pada Rabu (25/9/2019) lalu.
“Dengan pernyataan Dian Sastro yang begini, maka Republik #Jancuker memberi gelar kepadanya ‘Putri Reformasi. Namanya pun kami ubah dengan tumpeng 8 penjuru angin menjadi: Dian Yang Tak Kunjung Padam. Nama panggilannya Yang,” tulis Sujiwo Tejo.
Tak disangka postingan Sujiwo dikomentari oleh Dian. Ia sempat tergelak dengan pujian dari Sujiwo tersebut.

Ia mengapreasiasi dukungan Sujiwo dan mengunggah postingan di InstaStory. “Hahaha keren.. Sutan Takdir Alisjahbana,” kata Dian soal istilah ‘Dian Yang Tak Kunjung Padam’ yang mirip judul buku Sutan Takdir Alisjahbana itu.
Leave a Reply