DEJABAR.ID, CIREBON – Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang terletak di Alun-Alun Keraton Kesepuhan Kota Cirebon, memiliki banyak makna filosofis di tiap arsitektur bangunannya. Masjid ini didirikan oleh para Wali Sanga dengan arsitekturnya Sunan Kalijaga yang dibantu Raden Sepat, seorang arsitek dari Kerajaan Majapahit yang saat itu menjadi tawanan perang. Masjid ini memiliki fungsi sebagai punya penukaran agama Islam di Cirebon dan sekitarnya pada masa itu.
Masjid ini memiliki bagian teras dan bagian dalam. Bagian dalam dikelilingi oleh bata merah, dan terdapat sembilan buah pintu untuk memasukinya. Pintu-pintu tersebut melambangkan jumlah Wali Sanga. Uniknya, pintu-pintu tersebut berukuran kecil, dengan tinggi hanya sekitar 1 meter. Sehingga, jika seseorang mau memasukinya, harus dengan menunduk dan satu persatu.
Menurut salah seorang pengurus masjid yang enggan disebutkan namanya, pintu tersebut sengaja tidak dibuat tinggi, sehingga siapapun yang mau masuk ke dalam area masjid, harus menunduk, termasuk Sultan sendiri.
“Siapapun yang mau masuk, harus menunduk, termasuk Sultan sendiri,” jelasnya, Rabu (8/5/2019).
Dia melanjutkan, filosofi di balik ukuran pintu masjid yang kecil tersebut, adalah sebagai bentuk penghormatan dan kesopanan, karena mau menghadap kepada Allah SWT. Karena jika masuk ke masjid dalam keadaan tegak dan membusungkan dada, akan dianggap tidak menghormati.
“Jadi ketika kita masuk ke masjid, kita harus memberi penghormatan kepada yang punya masjid, yaitu Allah SWT,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply