DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Kebutuhan warga masyarakat menggunakan air bersih di Kabupaten Pangandaran, bisa teratasi dengan memanfaatkan sumber mata air yang ada di pegunungan.
Namun, untuk memenuhi kebutuhan air bersih mampu tertangani melalui program pengadaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).
Hal tersebut dikatakan oleh
Kepala Seksi Pengelolaan Air Minum, Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRTRKP) Kabupaten Pangandaran, Nandang mengatakan bahwa program Pamsimas telah berjalan di 23 lokasi.
“Di tahun 2017 lalu program Pamsimas telah dilaksanakan di 15 Desa sedangkan tahun 2018 dilaksanakan di 18 Desa,”ujar Nandang kepada Dejabar.id. Selasa (11/12/2018).
Nandang menyebutkan, progam Pamsimas untuk tahun 2019 mendatang bakal dilaksanakan di 20 lokasi.
“Idealnya program Pamsimas untuk Kabupaten Pangandaran per Desa dilaksanakan di 2 lokasi,” terangnya.
Menurut Nandang, Jika per desa idealnya dilaksanakan program Pamsimas di 2 lokasi, berarti untuk Kabupaten Pangandaran harus ada 186 lokasi yang dibangun.
“Saat ini program Pamsimas yang ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan ideal tinggal 133 lokasi lagi,” jelasnya.
Nandang mengatakan, pelaksanaan program Pamsimas dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat, sedangkan anggaran untuk satu lokasi Pamsimas Rp245 juta.
“Anggaran Pamsimas tersebut bersumber dari APBD dan APBN, APBD menganggarkan 20% sedangkan APBN 80%,”pungkasnya.(dry)
Leave a Reply