DEJABAR.ID, CIREBON – Desa Ciawigajah yang terletak di Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon ini, terkenal dengan sumber daya alam, khususnya mata air. Sehingga, tidak heran jika wilayahnya sangat teduh dan alami, jauh dari kebisingan kota, serta bebas polusi.
Konon, desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan ini, memiliki 7 sumber mata air alami dengan debit air 14 liter per detiknya. Hal tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ciawigajah, untuk memproduksi air mineral sendiri.
Menurut Edi Junaedi (39), yang menjabat Ketua BUMDes “Mitra Usaha Bangun Desa” di Desa Ciawigajah, sebelumnya telah dilakukan penelitian secara intensif dan uji laboratorium oleh Balitbang Cileungsi tentang kelayakan air mineral dari mata air di bawah kedalaman 50 meter. Dan hasilnya sangat menakjubkan, di mana mata air alami di Desa Ciawigajah memiliki PH 9, sehingga sangat layak dikonsumsi.
“Ternyata mata air alami di desa kami sangat layak dikonsumsi,” jelasnya, Selasa (2/7/2019).
Edi melanjutkan, setelah lolos dan mendapatkan sertifikasi dari instansi terkait, maka BUMDes Desa Ciawigajah berani memproduksi dan mendistribusikan air mineral kemasan, untuk dijual ke pasar dan bersaing dengan kompetitor lain.
Edi mengaku, BUMDes Mitra Usaha Bangun Desa yang dikelolanya mendapatkan suntikan dana sebesar 500 juta lebih, sehingga mampu membangun pabrik pengolahan air mineral dalam kemasan Ciawi Water, yang sudah berjalan 3 bulan.
Dengan menggunakan pabrik tersebut, lanjutnya, air yang ada di sumber mata air alami dialirkan melalui pompa-pompa. Lalu, diproses dengan melalui alat atau mesin, hingga menjadikan air-air tersebut ke dalam kemasan, dengan kapasitas 600 dus per harinya.
Dengan adanya BUMDes yang secara mandiri memproduksi air mineral, Edi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada kuwu (kepala desa) Ciawigajah, yang inovatif dan mampu menggali potensi sumber daya alam yang dimiliki Desa Ciawigajah.
“Tanpa dorongan kuat dari Kuwu, niscaya tidak akan ada Ciawi Water yang diproduksi BUMDes,” pungkasnya. (Jfr)
Leave a Reply