DEJABAR.ID – Menteri Susi akan menenggelamkan orang yang buang sampah ke laut. Hal tersebut ia sampaikan dalam salah satu video di akun instagramnya. Ia juga memperlihatkan produk sepatu dari hasil recycle sampah plastik.
Dalam video pendek tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan ini mengajak maayarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampah plaatik ini hingga sampai ke laut.
“Kawan-kawan hidup kita ini pendek. Jadi, life’s too short to waste. Manfaatkan setiap menit waktu Anda dan lihat sepatu saya ini terbuat dari botol-botol plastik yang di recycle,” ungkap Susi Pudjiastuti dalam video yang diunggah dalam akun Instagram pribadinya, Minggu, 21 Juli 2019.
Sepatu yang diperkenalkan Susi Pudjiastuti modelnya seperti Converse yang dipakai anak muda milenial dengan warn kuning dan putith.
Pada bagian depan sepatu terdapat tulisan “Life’s too short to waste”. Midsole atau bagian tulang di sepanjang sisi sepatu berwarna putih hingga terlihat serasi dengan warna kuning.
Melihat tayangan video teaebut, banya warganet ramai-ramai mengomentari unggahan video Menteri Susi tersebut, ada beberapa warganet bahkan menanyakan di mana bisa beli sepatu itu.
“Bisa beli dimana buk sepatunya ?” tanya akun @wildaanmjdy.
“Info ibu dmn beli sepatunya ,.. saya mau saya mau beli,” tulis akun @artanaiputuary ikut menimpali.
Seperti telah diketahui, kondisi sampah di Indonesia saat ini sangat mencekam. Dari 60 juta ton sampah yang dihasilkan, 15 persennya merupakan sampah plastik.
Ironisnya, sampah plastik itu tak hanya membanjiri tempat pembuangan akhir, namun juga mengalir ke sungai dan berakhir di lautan Indonesia.
Saat ini, Indonesia pun didaulat sebagai negara kedua penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia.
Dikutip dari Siaran Pers yang diterima Tribun Video, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berikan dukungan untuk melawan pemakaian plastik sekali pakai di Indonesia.
Hal tersebut terlihat saat Menteri Susi terlibat kampanye dan memimpin pawai monster plastik yang diselenggarakan oleh Pandu Laut Nusantara bersama 47 organisasi dan komunitas sipil lainnya di kawasan car free day (CFD), Minggu (21/7/2019) lalu.
Pawai tersebut diikuti oleh 1500 peserta dengan fokus aksi tolak plastik sekali pakai terbesar di Dinsonesia.
Banyaknya dan besarnya ancaman dari sampah plastik digambarkan melalui sosok monster, sebuah kekuatan besar yang siap menghancurkan bumi. Sosok monster plastik berupa makhluk laut dengan tinggi 4 meter yang terbuat dari 500 kg sampah muncul dari laut Jakarta dan bergerak menuju jantung ibukota di bundaran HI.
Sebagai informasi, setiap harinya Jakarta menghasilkan 2.520 monster plastik seperti ini dari sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.
Menteri Susi menjelaskan bahwa isu sampah plastik harus ditangani secara serius. (Red/Liputan6)
Leave a Reply