Press ESC to close

Mengenal Sosok Sertu Sanija, Babinsa Pemburu Donor Darah

  • November 9, 2018

DEJABAR.ID, CIREBON – Bagi Sersan Satu (Sertu) Sanija, Babinsa di Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon ini, donor darah seolah sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya. Sejak SMA, dia sudah mendonorkan darahnya, dan terhitung sudah 68 kali hingga sekarang. Bahkan, anak dan istrinya pun ikut mendonorkan darah.
Tidak hanya itu, Sertu Sanija selalu mencarikan stok-stok darah dan mempelopori kegiatan-kegiatan donor darah di Kota dan Kabupaten Cirebon. Hingga akhirnya, dia dipercaya di rumah sakit-rumah sakit di Kota dan Kabupaten Cirebon, untuk menyuplai darah. Bahkan, dirinya juga melayani suplai darah di RS Kramat Jati Jakarta, RS Singaparna Tasikmalaya, dan RS Brebes.
“Data yang masuk, ada sekitar 1700 pendonor aktif di Kota Cirebon, dan 8500 pendonor aktif di Kabupaten Cirebon,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di sela kegiatan donor darah di Aston Cirebon Hotel, Jl. Brigjen Dharsono (By Pass) Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/11/2018).
Dalam menyuplai darahnya, misalnya seperti untuk operasi seorang pasien, dirinya selalu menyiapkan 4 kantong darah. Satu kantong ketika mau operasi, dua kantong paska operasi, dan satu kantong untuk cadangan. Sehingga dengan cara itu, pasien tersebut tidak akan kekurangan stok darah.
“Hampir setiap hari ada pasien yang membutuhkan darah. Karena itu, kita membutuhkan stok darah yang banyak,” jelasnya.
Selain aktif sebagai koordinator donor darah di Kota dan Kabupaten Cirebon, Sertu Sanija juga peduli terhadap pasien Talasemia. Untuk di Kota Cirebon, terdapat sekitar 85 pasien penderita Talasemia, dan 295 pasien di Kabupaten Cirebon.
“Saya sedih kepada penderita Talasemia, karena mereka membutuhkan darah untuk bisa bertahan hidup. Tapi, saya kagum karena mereka masih bisa ketawa dan senang, padahal penyakit talasemia sedang menyerang mereka,” jelasnya.
Keadaan itu membuatnya harus siap siaga ketika ada yang membutuhkan darah sewaktu-waktu. Sehingga, terkadang malam-malam dia mendapatkan panggilan telepon kalau ada yang membutuhkan stok darah. Dan malam itu juga dia langsung berangkat.
“Saya tidak mengenal lelah. Alhamdulillah istri dan anak saya menyadari tugas saya ini dan terus mendukung,” tuturnya.
Sertu Sanija menjelaskan, dirinya sudah melalang buana di tiap daerah di Kota dan Kabupaten Cirebon. Sehingga, jika dia ingin mengadakan kegiatan donor darah di suatu desa, dia akan koordinasikan dahulu dengan Kuwu (kepala desa) setempat. Kemudian, dilanjutkan ke RW. Hal yang sama juga dilakukan di sekolah-sekolah. Terlebih dahulu dikoordinasikan dengan bagian kesiswaan, kemudian ke kepala sekolah untuk ditindak lanjuti.
Sertu Sanija mengaku, darah dibutuhkan oleh banyak orang. Karena itu, dirinya akan tetap eksis di lapangan dalam mengkoordinasikan kegiatan donor darah dan menyuplainya ke rumah sakit-rumah sakit.
“Saya sangat bangga karena Dandim 0620/Kabupaten Cirebon terus mendukung saya untuk menyuarakan donor darah. Kita akan terus beraksi dan bersinergi, karena TNI kuat bersama rakyat,” jelasnya.
Berkat kegigihannya dalam memperjuangkan donor darah, membuat Kementerian Kesehatan RI menunjuknya sebagai salah satu dari 50 orang yang berhak mendapatkan penghargaan. Dari 50 tersebut, diseleksi lagi menjadi 10, kemudian menjadi 5.
Sertu Sanija masuk dalam 5 besar dan menjadi satu-satunya dari TNI di seluruh Indonesia. Nantinya, dirinya akan dipanggil ke Jakarta untuk kemudian diseleksi lagi hingga menjadi juara satu penghargaan Kemenkes.
“Semua ini berkat komandan saya, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon yang terus mendukung saya, dan juga Danrem 063/Sunan Gunung Jati, hingga Pangdam III/Siliwangi yang menaungi saya,” pungkasnya. (jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *