DEJABAR.ID-Belakangan ini persoalan KTP kembali mengemuka terutama ketika ditemukan e-KTP yang ditemukan dalam sebuah karung di Duren Sawit, Jakarta Timur.
Sementara menurut Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, dikutip dari Kolomnasional.com, ribuan e-KTP itu tidak tercecer, melainkan sengaja dibuang oleh seseorang.
“E-KTP yang dibuang (di Duren Sawit) bukan tercecer, karena ini memang sengaja dibuang, karena karungnya masih bagus, blangkonya masih bagus, belum pernah terkena air hujan, diletakkan di pinggir jalan yang orang cepat melihat itu,” ucap Zudan, kemarin.
Hingga saat ini, Kemendagri pun masih mengusut siapa pelaku dan tujuan di baik dibuangnya e-KTP tersebut.
Sementara itu, dilansir dari Jpnn.com, Pengamat komunikasi politik dari UI Ari Junaedi mengatakan, permasalahan kependudukan selalu mengemuka setiap jelang pemilu. Menurutnya, pihak oposisi biasanya menjadikan permasalahan kependudukan sebagai bahan untuk menyudutkan kubu petahana.
“Jadi, hampir rutin setiap lima tahun sekali persoalan KTP selalu dijadikan sasaran tembak. Setiap hal yang terkait dengan kinerja petahana pasti akan dikritik habis oleh oposisi,” ujar Ari kepada JPNN, Minggu (16/12).
Ari yang juga merupakan Pembimbing program S3 di Universitas Padjadjaran mengatakan, proses pendataan penduduk memang penting untuk disempurnakan. Menurut Ari, penyempurnaan data kependudukan tidak hanya untuk menutup potensi kecurangan saat pemilu, tapi juga mengurangi amunisi bagi oposisi dalam melontarkan kritik.
“Saya amati Mendagri sudah bekerja profesional dan cepat mengatasi setiap permasalahan yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan data kependudukan,” ujar Ari.(red/kolomnasional/jpnn)
Leave a Reply