DEJABAR.ID, BOGOR-Tim gabungan dari Mabes Polri, Polda Jawa Barat dan Polresta Bogor Kota akan meminta bantuan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk mengungkap kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya alias Noven (17), siswi SMK Baranangsiang Kota Bogor yang tewas ditusuk di Branangsiang, Kota Bogor pada 8 Januari 2019 lalu.
Pihak Polri akan meminjam alat canggih milik FBI untuk mengenali wajah pria pembunuh Noven yang aksinya terekam CCTV.
“Kita akan meminta bantuan kepada FBI, (karena) mereka kan alatnya lebih canggih secara digital forensic. Untuk zoom yang lebih besar dan tidak pecah-pecah. Sehingga kita bisa mengenali dengan jelas pelaku yang ada di cctv tersebut,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).
Hendrie menyebut hasil rekaman cctv di sekitar lokasi kejadian yang memiliki kualitas rendah membuat pihaknya kesulitan untuk mengenali wajah pria pembunuh Noven. Ia berharap dengan alat canggih milik FBI dapat memperjelas siapa pria berkaos hitam biru yang membunuh Noven.
Seperti diketahui, sudah sebulan lebih Noven tewas dibunuh saat dalam perjalanan pulang usai sekolah di Jalan Riau, Kelurahan Branangsiang, Kecamat Bogor Timur, Kota Bogor. Sejak Selasa (8/1/2019) lalu itu, polisi belum berhasil mengungkap siapa pembunuh Noven. Sudah lebih dati 30 orang dimintai keterangan oleh polisi untuk mengungkap pria dalam rekaman cctv yang membunuh Noven.
Polisi sempat mengamankan seorang pria yang juga mantan kekasih Noven karena dicurigai sebagai pembunuhnya. Namun berdasarkan keterangan yang didapat, pria tersebut kembali dilepaskan dan hanya berstatus sebagai saksi. Minimnya saksi dan sulitnya informasi terkait Noven menjadi kendala utama polisi dalam mengungkap siapa sosok pembunuh Noven yang aksinya terekam CCTV.
“Kendalanya tentu banyak sekali, pertama kita minim saksi, tidak ada saksi yang melihat, kemudian tentang korban sendiri tidak ada yang bisa kita mintai keterangan, bagaimana kehidupan sehari-harinya, orangtuanya juga tidak bisa memberikan jawaban yang banyak karena korban sudah hidup berpisah dengan orangtua. Teman dekatnya pun informasi terbatas, dan begitupun yang ada di TKP tidak cukup membantu kita,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fuiser ditemui di Pemkot Bogor, Kamis (10/1/2019) siang lalu.
Tidak hanya itu, hasil rekaman cctv yang terpasang di lokasi disebut polisi tidak cukup membantu, karena wajah pelaku tidak bisa terlihat dengan jelas. “Bukti-bukti elektronik yang kita dapat dari laptop korban, buku diary korban, engga ada mengarah ke siapa-siapa disitu,” sambung Hendri.
Leave a Reply