Press ESC to close

Program Pendidikan Karakter, Bentengi Masyarakat Dari Pengaruh Budaya Asing

  • February 26, 2019

DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran Drs. Suheryana menghadiri acara Diseminasi Peningkatan Mutu dan Daya Saing Bagi Pengelola Madrasah yang bertempat di Islamic Center Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Selasa (26/02/2019)
Dalam pemaparannya, Plh Sekda Suheryana mengatakan bahwa perkembangan pembangunan di Kabupaten Pangandaran terbilang sangat cepat dibanding dengan kabupaten lainnya di Jawa Barat.
“Kabupaten Pangandaran mengalami perkembangan yang sangat luar biasa jauh lebih cepat dengan kabupaten lain,”ungkapnya.
Menurut dia, Pembangunan yang di jalankan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran salah satunya penataan kawasan wisata, yang banyak berdampak positif pada peningkatan pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Padahal potensi Pangandaran belum diangkat semuanya, namun kunjungan wisatawan ke pantai pangandaran pada tahun ini  meningkat,”kata Mantan Sekwan DPRD Kabupaten Pangandaran itu.
Perkembangan tersebut, kata Abah sapaan akrabnya, berdampak pula pada sosial budaya masyarakat di Kabupaten Pangandaran.
“Bupati dan Wakil Bupati  menata wisata Pangandaran karena akan menjadi sumber PAD yang berkelanjutan, konsekwensinya pangandaran di datangi oleh wisatawan multi etnis yang membawa kebudayaan dan etika masing – masing daerah,”paparnya.
Suheryana menyebutkan kedatangan mereka bukan hanya membawa dampak positif tetapi akan mempengaruhi pada karakter masyarakat, maka dari itu, Pak Bupati dan Wakil Bupati mengeluarkan program Pangandaran Hebat.
“Progam Pangandaran Hebat guna membentengi generasi muda dengan pendidikan karakter berupa pembekalan pada anak-anak dengan pendidikan ahlak,agama, kebangsaan dan budaya,”ungkapnya.
Berdasarkan data, sambung Suheryana, untuk membiayai pilar pendidikan karakter atau Program Pendidikan Karakter, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengeluarkan anggaran yang cukup besar.
“Untuk Pramuka Rp1 miliar, Ajengan Masuk Sekolah (AMS) Rp 5 miliar, untuk Pesantren dan Lembaga Keagamaan Rp 8 miliar serta untuk Program Pangandaran Mengaji sebesar Rp  9 miliar,”tutupnya. (dry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *