Dejabar.id, Majalengka – Ramainya kemunculan ular diberbagai daerah akhir-akhir ini membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka menyediakan Serum Anti Bisa Ular (Sabu).
Ketersediaan Sabu tersebut sudah disiapkan di berbagai Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Majalengka.
“Kasus maraknya ular, kita antisipasi kalau ular itu dianggap ular berbisa, Dinas Kesehatan mengantisipasi menyediakan Serum Anti Bisa Ular,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Alimudin, Rabu (18/12/2019).
Menurut Alimudin, hal itu sebagai upaya antisipasi barangkali ada masyarakat di Kabupaten Majalengka menjadi korban gigitan ular berbisa.
Nantinya, kata dia, Sabu yang disuntikkan dapat bekerja efektif dalam kurun waktu delapan jam.
“InsyaAllah efektif untuk yang terkena bisa kurang dari 8 jam,” ujarnya.
Alimudin menjelaskan, jika memang ada warga yang menjadi gigitan ular berbisa, hak yang dilakukan dalam pertolongan pertama yaitu menghindari aktivitas berlebih. Setelah itu, harus segera dibawa ke rumah sakit.
“Jangan terlalu banyak gerak, karena akan membuat racun ular itu menyebar. Contoh, terkena gigitan di tangan, buat sebuah gagangan untuk mengikat tangan tersebut agar tidak banyak bergerak agar mengurangi gerakan yang berlebihan,” katanya.
Sementara itu, Alimudin juga menyampaikan, hingga hari ini temuan ular yang marak beredar di berbagai daerah di Indonesia belum terjadi di wilayah Kabupaten Majalengka.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar selalu membersihkan lingkungan agar terhindar dari serangan ular.
“Ya dibersihkan lingkungannya, jangan sampai kotor dan menimbulkan kedatangan si ular,” pungkasnya. (jja)
Leave a Reply