SAR Bandung Pastikan Koordinasi Semua Unsur Bisa Terjalin Saat Terjadinya Kecelakaan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

dejabar.id, Cirebon – SAR Bandung pastikan koordinasi setiap unsur bisa terjalin, ketika terjadinya insiden kecelakaan di pelayaran, terutama di wilayah Jawa Barat. Sebab, meskipun sebagai salah satu lembaga pemerintah yang bertugas menangani penyelamatan dan pencarian korban kecelakaan, SAR tetap tidak bisa menanganinya sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Bandung, Deden Ridwansyah, dalam latihan gabungan koordinasi di Kantor SAR Cirebon, Winong, Kabupaten Cirebon, Jumat (11/10/2019).

“Kita tidak bisa menangani sendiri, tetap membutuhkan koordinasi dengan pihak lain ketika terjadinya kecelakaan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, SAR Bandung berkoordinasi dengan pihak-pihak di mana tempat terjadinya kecelakaan tersebut. Sebagai contoh, dalam simulasi yang ditampilkan dalam latihan gabungan tersebut, terjadi kecelakaan pelayaran di perairan wilayah Indramayu. Untuk itu, SAR Bandung menugaskan anggota yang ada di wilayah Pantai Utara seperti Cirebon, Indramayu, dan Subang, untuk melakukan misi penyelamatan.

Pertama-tama, tambahnya, dilakukan pemetaan koordinat titik di mana terjadinya kecelakaan, sesuai dengan laporan yang masuk. Kemudian, sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada, tim SAR yang berada di dekat lokasi bergerak untuk melakukan upaya penyelamatan.

“Kita berkoordinasi dengan wilayah yang ada di Pantai Utara, tempat terjadinya kecelakaan,” jelasnya.

Deden menjelaskan, sejauh ini persiapannya cukup baik. Anggota dan perlengkapannya sudah bisa bergerak ke tempat terjadinya kecelakaan untuk melakukan upaya penyelamatan.

“Semua unsur dan alutsista kita gerakkan ke TKP untuk penyelamatan, sejauh ini sudah sangat baik,” pungkasnya.(Jfr)

Related posts

Leave a Comment