Press ESC to close

Tom Maskun Serap Nilai-Nilai Perjuangan Bung Karno Untuk Penyegaran Komitmen

  • October 16, 2025

BANDUNG – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Tom Maskun, melakukan kunjungan sejarah ke Lapas Banceuy, Bandung, tempat Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pernah dipenjara oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada akhir 1929.

Kunjungan tersebut bukan sekadar napak tilas, melainkan upaya untuk menyerap nilai-nilai perjuangan yang relevan hingga kini.

Dalam kunjungannya, Tom Maskun dan rombongan menyaksikan langsung sel nomor 5—ruang sempit berukuran hanya sekitar 210 x 146 sentimeter—yang pernah ditempati Bung Karno selama masa tahanan.

“Coba bayangkan, Bung Karno, seorang pemimpin pergerakan, dipenjara di sini,” kata Tom.

“Ini bukan hanya penjara biasa, ini adalah bagian dari strategi Belanda untuk mematahkan semangat perlawanan,” tambahnya

Tom menjelaskan bahwa penahanan Bung Karno dilatarbelakangi aktivitasnya di Partai Nasional Indonesia (PNI), yang dianggap berbahaya karena menyebarkan semangat kemerdekaan.

Bung Karno ditangkap dengan tuduhan makar dan dijerat menggunakan haatzai artikelen—pasal-pasal karet yang kerap digunakan kolonial untuk membungkam suara kritis.

Meski ruang sel sangat sempit—bahkan disebut Bung Karno sendiri “tidak lebih dari peti mati”—justru di sanalah lahir karya monumental: pledoi legendaris Indonesia Menggugat (Indonesië Klaagt Aan).

“Di dalam ruangan sekecil ini, yang isinya hanya kasur, alat salat, dan tempat buang air, justru pikiran Bung Karno tidak bisa dikurung,” tegas Tom.

Bagi Tom Maskun, kunjungan ke Banceuy memiliki makna mendalam, terutama bagi dirinya yang merupakan anggota Komisi V DPRD Jabar yang membidangi kesejahteraan rakyat dan pendidikan.

“Semangat Bung Karno—rela berkorban demi rakyat—harus terus kita bawa dalam tugas sehari-hari,” katanya.

Ia menekankan bahwa kunjungan ini bukan tentang nostalgia, melainkan penyegaran komitmen.

“Perjuangan itu kadang harus dimulai dari tempat yang paling tidak nyaman, bahkan dari sebuah ‘peti mati’ sekalipun,” tutup Tom Maskun.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pengingat bagi para wakil rakyat bahwa keterbatasan fisik atau situasi sulit tidak boleh membatasi idealisme dan semangat pengabdian kepada rakyat—sebagaimana diteladankan oleh Bung Karno dari balik jeruji Lapas Banceuy. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *