Press ESC to close

Unik, Masjid Tua di Cirebon Ini Punya Terowongan Bawah Tanah untuk Ibadah

  • May 25, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Ada yang unik di salah satu masjid yang terletak di Desa Kubang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon ini, yakni adanya terowongan atau gua bawah tanah, yang terletak di bawah tempat pengimaman, yakni Masjid Mbah Musa Maharesi Siddiq yang terletak di kawasan Pesantren Wanantara. Bahkan uniknya, letak masjid ini persis di tepi tebing Sungai Cipager.
Kondisi di dalam terowongan sangat sejuk, tidak pengap. Dengan dilengkapi sistem sirkulasi udara, sehingga membuat suasana di dalam tidak panas. Di pojokan terdapat Alquran yang bisa digunakan untuk mengaji sekaligus bertafakur atau menyepi di terowongan ini.
Menurut pendiri Yayasan Maharesi Siddiq, Muhammad Sufwan, terowongan tersebut sudah lama ada bersamaan dengan dibangunnya masjid. Sebelum ada masjid yang sekarang, sebelumnya sudah ada masjid yang lebih dulu dibangun, tepatnya di dekat bangunan masjid yang baru. Masjid tersebut dibangun oleh buyutnya, Mbah Abdul Jalil, generasi ke 4 di Wanantara, sekitar tahun 1800an. Sedangkan pondasinya dibangun oleh ayahnya Mbah Abdul Jalil, Mbah Syafi’i.
“Dulunya masjid yang lama dibangun di pesantren ini, lengkap dengan terowongannya,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id, di Pesantren Wanantara, Sabtu (25/5/2019).
Sufwan menjelaskan, terowongan tersebut sengaja dibuat untuk digunakan sebagai tempat bertafakur. Ukurannya pun hanya sepanjang bangunan masjid. Namun, karena bangunan masjid yang lama kurang perawatan, akhirnya dirobohkan. Kemudian dibangun masjid yang baru oleh Mbah Abdul Jalil, dengan konsep yang sama, yakni ada terowongan yang digunakan untuk bertafakur.
Terowongan ini memiliki nilai historis yang cukup penting di Pesantren Wanantara. Sebab, pada masa Belanda dulu, terowongan ini digunakan oleh para kyai dan santri untuk bersembunyi dari kejaran Belanda. Karena, dulu Belanda menangkapi para pemuka agama yang dikhawatirkan akan menggangu kedaulatannya di Indonesia.
“Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada yang ditangkap Belanda. Padahal lokasi pesantren ini sangat dekat dengan pintu air Sungai Cipager yang dibangun oleh Belanda,” tururnya.
Meskipun dibangun masjid yang baru lengkap dengan terowongannya, namun hal tersebut tidak menepis fakta bahwa Masjid Mbah Musa Maharesi Siddiq merupakan salah satu masjid tertua di Cirebon, karena berusia hampir 1 abad. Masjid ini pun mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 1996.
Kini, terowongan yang lama sudah tidak digunakan lagi. Apalagi, terowongan yang lama sudah tergenang oleh air, dan atasnya tertutupi oleh semak belukar. Namun, keberadaan terowongan ini menjadi bukti sejarah penting, bahwa Pesantren Wanantara mempunyai peranan penting dalam perlawanan melawan penjajah Belanda.
“Makanya para kyai kita dulu terus memerangi Belanda,” pungkasnya.(Jfr)
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *