DEJABAR.ID – Video seorang penumpang pria merekam suasana di dalam pesawat yang ia tumpangi viral di media sosial. Video itu dibagikan oleh akun intagram @jaff_arman.
Dalam video berdurasi 40 detik itu, si penumpang yang mengenakan baju hitam dan berkacamata itu menyebut dirinya tengah melakukan perjalanan menuju Surabaya.
Pria itu menjadi satu-satunya penumpang yang terlihat di kabin pesawat maskapai Citilink. Sementara bangku penumpang yang lain terlihat kosong.
“Mantap, carter pesawat ke Surabaya Rp 1.100.000,” ujarnya sembari menggerakkan kamera ke arah sayap pesawat dan bangku di depan juga belakang.
Penumpang itu tampak mengarahkan kameranya ke sisi kiri barisan kursinya, dan tak ada orang di sana.
Ia lantas mengarahkan kamera ke arah luar, menunjukkan sayap pesawat dengan logo Citilink.
kemudian mengarahkan kamera ke arah kursi penumpang bagian belakang dan tidak terlihat ada penumpang di sana.
Selanjutnya, kamera tersebut juga ia putar untuk menunjukkan kursi-kursi kosong di bagian depan.
“Nggak ada orang,” katanya lagi.
Menurut informasi yang beredar, pesawat Citilink tersebut berangkat dari bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat menuju Surabaya.
Seperti dilansir kompas.com, uppaya konfirmasi dilakukan kepada pihak Citilink Indonesia terkait video viral tersebut.
VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina, saat dihubungi pada Rabu (3/7/2019) sore, mengatakan, pihaknya juga belum mendapatkan informasi detail penerbangan yang ditumpangi penumpang dalam video itu.
“Mengenai video itu, karena di dalam video tersebut tidak terdapat waktu maupun detail penerbangan, kami tidak dapat memastikan mengenai video tersebut,” kata Resty.
Ada yang menyebut bahwa pesawat dengan satu penumpang itu rute Kertajati-Juanda (Surabaya).
Menanggapi hal ini, ia menjelasakan, saat ini memang ada pemindahan operasional penerbangan Citilink ke Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.
Karena masih terbilang baru, tingkat keterisian kursi atau seat load factor (SLF) dalam satu penerbangan belum bisa optimal. Salah satunya untuk penerbangan rute Kertajati-Surabaya.
“Namun, berdasarkan catatan kami, setelah pemindahan operasional penerbangan ini rata-rata SLF Citilink di KJT sudah mencapai 50 persen dan rute KJT-SUB dan SUB-KJT juga sudah berada di atas 50 persen,” kata Resty.
“Jumlah ini (mencapai SLF 50 persen) cukup baik karena saat ini masih dalam masa transisi dan pengenalan Bandara Kertajati kepada masyarakat,” lanjut dia. (Kompas/Red)
Leave a Reply