Press ESC to close

Warga Desa Pangandaran Adukan Gangguan Rusa dan Kera ke Komisi II DPRD Pangandaran 

  • May 25, 2019

DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Keberadaan hewan Kera dan Rusa di kawasan Taman Wisata Alam Cagar Alam kini mulai dikeluhkan warga lingkungan Rw01 Dusun Pangandaran Timur, Desa Pangandaran, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pasalnya, kedua jenis hewan kera dan rusa kerap keluar dan masuk Kepemukiman rumah warga bahkan sering menimbulkan kecelakaan.
Atas kejadian tersebut, warga pun mendatangi DPRD Kabupaten Pangandaran yang diterima langsung oleh Komisi II DPRD Pangandaran.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, Ustadz Endang Ahmad Hidayat membenarkan, bahwa kedatangan warga tersebut untuk meminta kelanjutan program yang sebelumnya pernah dilakukan pembahasan dalam audensi.
“Dalam audiensinya tersebut, salah satu yang dibahas adalah terkait pengendalian hewan (Rusa dan Kera) ke habitat asalnya, yakni di Cagar Alam.Pasalnya, dua hewan tersebut sering keluar dari Cagar Alam, terutama Rusa bisa mencapai belasan kilometer dari habitatnya,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp. Sabtu (25/05/2019).
Endang mengatakan,dengan adanya keluhan dari masyarakat, maka pihaknya pun mengundang BPD, BKSDA, Perhutani dan pihak kecamatan setempat pada beberapa waktu lalu.
“Pada intinya masyarakat di Dusun tersebut ingin hewan-hewan itu kembali ke Cagar Alam dan tidak mengganggu warga masyarakat, bahkan hewan Rusa juga sempat mengakibatkan kecelakaan di jalan raya,” sebutnya.
Endang menyebutkan, sebelumnya pihak BKSDA juga sempat memiliki program untuk mengendalikan dua hewan itu, bahkan sudah berupaya untuk menahan hewan jenis mamalia dengan cara membangun pagar bambu.
“Hanya progam tersebut belum berjalan maksimal, lantaran pagar itu sering diterjang ombak hingga rusak.
Sedangkan untuk mengendalikan Kera, BKSDA juga sempat mendatangkan pawang dari Banten, karena penanganan Kera lebih sulit dibandingkan dengan hewan Rusa,” kata Endang.
Menurut Endang, upaya  tersebut tidak berhasil untuk mengembalikan Kera ke Cagar Alam malahan tambah berkeliaran.
“Karena tidak berhasil sang pawang pun sempat frustasi dan menyatakan tidak sanggup untuk mengembalikan Kera ke habitatnya,” ucapnya.
Endang menerangkan, pihaknya akan melakukan komunikasi kembali dengan pihak BKSDA untuk penanganan lebih lanjut.
“Berdasarkan informasi dari BKSDA pihaknya akan menanam pohon untuk pakan kedua hewan itu agar tidak berkeliaran. Dan, pihaknya berharap pagar pembatas bisa dibangun kembali untuk menahan Kera dan Rusa agar tidak keluar dari cagar alam dan mudah-mudahan ada tindakan selanjutnya,” tutupnya.(dry)
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *