DEJABAR.ID, SUBANG -Pihak yang memberangkatkan ratusan pelajar Subang ke Taiwan memastikan bahwa di kampus Hsin Wu Technology, Taiwan, para pelajar tidak melakukan kerja paksa seperti apa yang banyak diberitakan.
Dalam praktiknya, menurut laporan media, mahasiswa asing sering kali bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan yakni 20 jam per minggu. Salah satu kampus yang menjadi tujuan mahasiswa Indonesia adalah di Hsin Wu Technology.
“Iya, ada pelajar Subang sekitar 144 pelajar telah diberangkatkan pada gelombang pertama bulan Agustus dan September. Mereka kita pastikan baik-baik saja, dan kita pastikan kabar kerja paksa ini hoax,” kata Pelaksanakan Beasiswa DPRD Subang, Septian, Selasa (7/1/2018).
Pemberangkatan pelajar Subang yang akan menimba ilmu di Taiwan ini merupakan kerjasama DPRD Subang dan pemerintah pusat.
“Ini memang kerjasama DPRD Subang dan pusat, secara nasional telah diberangkatkan sebanyak 440 pelajar pada gelombang pertama,” katanya.
Untuk membuat para orang tua di tanah air tidak khawatir, pihaknya merasa perlu untuk memberitahukan kepada semua pihak bahwa kabar kerja paksa tidak benar.
“Itu kabar hoax, itu sebenarnya sudah diselasaikan seminggu setelah berita ini muncul. Itu di pusat sudah dibicarakan, bahkan Mentri Luar Negeri telah mengutus stafnya untuk meninjau langsung ke kampus, dan tidak ada masalah,” katanya.
Bahkan saat beberapa mahasiswa disana ditanya terkait beredarnya informasi ini, mereka mengatakan tidak tahu apa-apa.
“Dari mereka tidak ada yang tahu. Intinya mereka kuliah, dan yang disebut bekerja itu mereka memang melakukan praktek setelah kuliah. Pihak kampus kerjasama dengan perussahaan, sesuai jurusan. Apa yang diteorikan langsung diperaktikkan,” katanya.
Program kerja sama yang dimaksud yakni memberikan peluang bagi lulusan pelajar dari Indonesia untuk studi di Taiwan dengan program beasiswa. Selama di Taiwan, mereka juga bisa melakukan kerja magang di perusahaan tertentu.(Ahy)
Leave a Reply