DEJABAR.ID – Terjadinya YouTubeDown sejak Rabu pagi (17/10/18) menjadi kecemasan tersendiri bagi sebagian pengguna YouTube. Memang, penggunaan internet ini termasuk mengakses YouTube ini sudah menjadi hal yang umum di tengah masyarakat kita pada zaman sekarang. Para pengguna YouTube sendiri juga tidak hanya berasal dari kalangan orang dewasa tetapi kalangan anak-anak pun telah merambah dunia YouTube ini.
Salah satu halaman penyedia layanan berbagai video ini sangat banyak dikunjungi oleh anak-anak, karena menyuguhkan ribuan video dengan berbagai tema, mulai dari hiburan, film, musik, animasi, tutorial, dakwah hingga video-video yang tergolong tak senonoh sekalipun, ada di YouTube.
Tidak dipungkiri bahwa kehadiran YouTube pun banyak memberikan hiburan serta edukasi yang cukup meberi manfaat bagi setiap penggunanya, tergantung pada pengguna dan orang yang mengaksesnya.
Tetapi sayangnya, bagi sebagian orang YouTube ini justru menjadi masalah yang serius sehingga bisa menjadikan seseorang kecanduan, terlebih pada anak-anak. Walah bahaya ya!
Tetapi apapun itu terkadang ada sisi baik dan buruknya tergantung bagaimana kita mensiasatinya. Inilah tips-tips yang dejabar akan bagikan kepada kamu agar anak-anak di rumah tidak sampai kecanduan YouTube dan apabila suatu waktu YouTube tutup pun, anak-anak tidak ketergantungan.
Di banyak kasus, masalah kecanduan YouTube pada anak-anak ini telah banyak terjadi dan menjadi sebuah hal yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, sang anak yang sudah terbiasa mengakses YouTube ini akhirnya enggan untuk melakukan aktivitas lain seperti aktivitas fisik atau bersosialisasi dengan kawan seusianya, yang paling tidak diharapkan adalah anak-anak kita akhirnya tidak mengenali lingkungannya secara baik, karena tidak punya lagi kepekaan sosial dalam kesehariannya. Dia terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Tidak hanya itu anak pun akan terganggu secara mental dan psikologis. Itulah beberapa contoh bahayanya!
Nah, beberapa tips berikut ini semoga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi masalah kecanduan YouTube terutama pada anak-anak:
1. Orang Tua Harus Memberikan Contoh yang Baik

Prilaku anak adalah cerminan dari prilaku orang tua, begitulah faktanya. Oleha krena itu untuk mengarahkan anak-anak kepada hal yang positif, tentu peran orang tua sangatlah penting. Langkah pertama yaitu, bagi para orang tua yang ingin anaknya terhindar dari kecanduan YouTube adalah dengan memberikan contoh yang baik. Salah satunya dengan tidak selalu berkutat dengan gadget. Di depan anak-anak orang tua harus menjaga sikap untuk tidak memperlihatkan aktivitas berlebih dengan gadget. Karena anak-anak akan memperhatikannya dan secara perlahan anak akan meniru kebiasan tersebut.
2. Membuat Peraturan

Untuk mengatasi terjadinya kecanduan pada anak, orang tua juga harus berperan aktif dengan membuat peraturan yang lebih ketat. Orang tua harus menentukan waktu dan memberikan tata cara kepada mereka. Para orang tua bisa duduk bersama dengan anak untuk membuat peraturan mengenai waktu dan tata cara mereka dalam menggunakan gadget dan tidak dianjurkan mengakses YouTube sembarangan. Bila biasanya anak menggunakan YouTube hingga 2 jam perhari, kurangi menjadi 1 jam perhari. Penekanan kepada anak pun harus perlahan-lahan dilakukan utuk mengurangi kuantitas waktu menonton anak.
3. Memberi Pemahaman

Salah satu cara yang lebih akan berdampak adalah dengan cara mengajak anak-anak berdiskusi atau orang tua memberikan mereka pemahaman tentang dampak-dampak negatif dan manfaat YouTube itu sendiri. Dengan begitu anak-anak memiliki pengetahuan sebelum ia mengakses YouToube. Untuk mengatasi masalah kecanduan YouTube, para orang tua juga perlu mengajak anak mereka untuk berdiskusi. Dalam diskusi ini, orang tua bisa menjelaskan dampak negatif bila terlalu lama menonton YouTube. Sesuaikan penjelasan yang ada dengan umur anak agar mereka dapat lebih mudah memahaminya.
4. Perhatian Anak-anak Harus Dialihkan

Kebanyakan anak-anak yang sering menonton YouTube karena mereka seringkali merasa bosan dan tidak ada aktivitas yang berarti dalam keseharinnya. Untuk itu orang tua bertanggungjawab untuk mengalihkan perhatiannya kepada hal-hal yang lebih bermanfaat dan bisa dengan mengajak anak ngobrol dengan tema-tema yang menarik perhatian dunianya. Dengan seperti itu si anak akan teralihkan perhatiannya kepada dunia yang lebih nyata dan akan lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya. Bisa dengan menyuguhkan cerita di dalam buku atau berdongeng di depan anak-anak. Dan alangkah baiknya orang tua juga lebih mengenali apa ketertariakn anak. Apabila sudah mengenali ketertarikan anak, maka orang tua akan sangat mudah mengalihkan perhatiannya.
5. Mengajak Anak untuk Aktif di Luar Ruangan

Anak yang keranjingan bermain dengan gadget atau senang mengakses YouTube atau kecanduan menonton vide-video yang ada di dalam setiap kanal YouTube. Secara otomati mereka tidak memilki ruang atau aktivitas fisik di luar. Hal ini justru berbahaya, karena anak-anak harus secara fisik bisa mengenali segala sesuatu yang ada di lingkungannya sekalipun bermain di lumpur atau bermain air. Hal tersebut justru lebih memberikan pengalaman yang kongkrit terhadap anak. Beda halnya dengan dunia maya atau internet yang tidak secara langsung bersentuhan dengan fisik anak-anak atau indera-indera anak-anak. Mulai sekarang ajaklah anak-anak anda untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti bersepeda, bermain tenis meja, mengajak ke danau atau melihat pemandangan alam. Atau bisa juga untuk memasukan anak-anak anda untuk mengikuti kursus atau les musik atau bisa juga mengikuti klub bola anak.
6. Memberikan Batasan Tontonan

Sebagai orang tua harus juga bisa memperhatikan psikologi seorang anak. Salah satunya dengan memperhatian kelayakan tontonan pada usia-usia mereka. Pertimbangan usia inilah yang harus lebih diperketat untuk membatasi tontonan kepada anak agar tidak terjadi kecanduan dan kebablasan. Untuk hal ini, sebisa mungkin dampingi anak saat sedang menonton. Pilihkan anak-anak kita kanal video yang sesuai dan layak untuk ditonton seusianya.
7. Memberikan Perhatian dan Meluangkan Waktu Bagi Anak-anak

Penyebab kecanduan menonton YouTube juga adalah karena kesalahan orang tua. Di tengah kesibukan rutinitas kerja dan kesibukan aktivitas kantoran para orang tua yang ada di metropolitan dan urban, menjadikan para orang tua ini lupa akan keluarganya, bahkan lupa akan perhatian terhadap anak-anaknya. Oleh sebab itu, banyak sekali dari anak-anak yang kecanduan gadget dan menonton YouTube ini karena diakibatkan kurangya perhatian orang tua. Mulai sekarang sebagai orang tua, harus sebisa mungkin untuk meluangkan waktu bagi anak-anaknya. Karena dengan begitu anak-anak akan merasa senang pada saat bersama orang tuanya, ia akan lebih memilih berkumpul bersama orang tuanya daripada memelototi YouTube.
Leave a Reply