Press ESC to close

Melihat Tradisi Mandi Mulud Sumur Mbah Buyut di Kabupaten Majalengka

  • November 27, 2018

DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Di akhir bulan Rabiul Awal (Bulan Hijriyah) atau bulan Mulud, sebagian warga Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, melaksanakan tradisi mandi di bulan Maulid.
Mereka berbondong-bondong menuju sumur peninggalan para leluhur yang sudah ada jauh sebelum desa tersebut ada. Sebelum mandi, mereka akan menggelar ritual doa bersama dalam rangka membersihkan jiwa, sekaligus memperingati Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di Desa Pilangsari, tradisi mandi di bulan Maulid masih lestari. Biasanya warga menyerbu berkelompok untuk menuju sumur tua peninggalan Mbah Buyut Dalem tersebut.
“Yang pernah mandi kesini banyak juga dari luar daerah, yang paling jauh ada dari Batam, Lampung dan Surabaya. Kalau dari Majalengka menggunakan kendaraan bermotor memakan waktu sekitar 40 menit untuk sampai ditujuan,” kata Muhammad, salah seorang Kuncen Sumur Dalem, Selasa (27/11/2018).
Menurut Muhammad, sumur ini juga merupakan warisan budaya yang sudah terdaftar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka dan  merupakan sebuah sumur keramat yang airnya dipercaya oleh masyarakat sekitar untuk memintah berkah seperti awet muda dan menyuburkan tanaman pertanian.
Namun pengunjung yang datang ke tempat lokasi wisata budaya tersebut, kata dia, cukup banyak, terlebih ketika Malam Jumat Kliwon dan bulan Rabiul Awal atau bulan Mulud. Rutinitasnya pun hanya berdoa dan pengajian. Setiap pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut di antar oleh juru kunci (Kuncen).
“Sedangkan awal mula keberadaan sumur ini, berdasarkan dari cerita turun temurun orang tua kita. Konon sumur ini dibuat oleh Seorang Demang (pemimpin) yang bernama Raden Kertanegara. Awalnya, Demang Kertanegara lari dari kejaran Belanda hingga singgah di suatu hutan yang sekarang diyakini sebagai lokasi Sumur Dalem,” ungkapnya.
Sementara itu, lanjut dia, untuk akses menuju lokasi tersebut kurang baik seperti jalan yang rusak dan belum adanya angkutan umum yang menuju lokasi tersebut, bahkan lokasinya juga berada di tengah hutan dan jauh dari pemukiman warga sekitar. Jarak dari rumah penduduk menuju sumur tersebut, sekitar 5 kilometer.
Sementara untuk mencapai sumur tersebut pengunjung dari luar harus bekendara dengan jarak tempuh kurang lebih 33 Kilometer dari pusat Kota Majalengka ke arah Indramayu. Komplek Sumur Dalem sendiri memiliki luas kurang lebih 100 meter persegi.
“Letak sumur peninggalan Mbah Buyut Dalem sendiri berada di tengah-tengah hutan atau yang saat ini kebun tebu milik PG Jatitujuh,” ujarnya.
Sementara menurut Ruswadi, salah seorang warga, mengaku datang ke sumur tersebut bersama anggota keluarganya. Ia percaya mandi Mulud adalah bagian dari cara menyucikan diri dari  penyakit.
“Tradisi ini sudah kami lakukan sejak lama,” tandasnya. (jja)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *