Tak sedikit selebriti yang ikut turun tangan untuk melakukan penyuluhan pada masyarakat untuk menjauhi Narkoba. Namun sayangnya, beberapa di antara mereka yang memberi imbauan untuk menjauhi narkoba, malah terciduk oleh polisi karena diduga telah menggunakan barang haram itu.
- Steve Emmanuel

Steve Emmanuel ditangkap oleh polisi di lobby Kondominium Kintamani A/17/6, Mampang Praparan, Jakarta Selatan pada Jumat (21/12) lalu. Dia ditangkap lantaran terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz, sempat memberikan petunjuk tentang barang bukti yang diambil dari penangkapan mantan kekasih Andi Soraya itu.
“Jenis narkoba Steve kokain, ya,” tulis Erick seperti yang dilansir dari kumparan.
Sebelum tertangkap, pemeran sinetron ‘Siapa Takut Jatuh Cinta’ ini sempat bercerita soal pengalamannya merawat sahabatnya yang sudah menjadi pecandu narkoba. Menurut Steve, narkoba bukan hal yang mudah untuk dihindari di lingkungan pergaulan dan harus ada kesadaran dalam diri.
“Dia (teman Steve yang pecandu) bukan artis. Dia dulu nyuntik dan saya sampai beliin obat untuk cuci darah atau apa. Kan parah ya, sampai gemetar kalau sakau, tapi dia enggak sembuh-sembuh juga, bahkan dia sudah kena HIV. Akhirnya, enggak tahu deh, dia sekarang meninggal apa gimana,” jelas Steve Emmanuel saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada awal Maret lalu.
Steve pun mengaku sedih melihat teman-temannya yang berasal dari kalangan selebriti terjerat narkoba. Menurut Steve, para selebriti yang mengonsumsi narkoba membutuhkan pertolongan untuk keluar dari zona yang kurang sehat itu. Dan dia lebih setuju jika para pemakai itu direhabilitasi, bukan dipenjara.
“Kalau pun direhab, mereka mau jauh-jauh dari zat-zat berbahaya itu, ya, mereka akan sembuh. Tapi, kalau mereka enggak punya niat baik, di penjara apalagi, di dalam masih bisa make,” terangnya.
- Roro Fitria

Roro Fitria ditangkap polisi setelah memesan sabu dari pria berinisial WH pada 14 Februari lalu, di kediamannya di Patio Residence, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Roro ditangkap berserta barang bukti berupa sabu seberat 2,4 gram.
Sebelum akhirnya mendekam di Rutan Pondok Bambu, pemilik nama lengkap Raden Roro Fitria Nur Utami itu adalah seorang Duta Anti-Narkoba dan aktif memberikan penyuluhan. Jabatan tersebut diembannya pada 2016 lalu.
Sebagai salah satu rekan penyuluhan dari perempuan kelahiran Yogyakarta itu, Sunan Kalijaga merasa tidak menyangka dengan apa yang menimpa pada Roro. Dia mengatakan jika Roro kerap diajak menggunakan narkoba.
“Dia (Roro) ngaku suka diajak-ajak, dia sudah bilang, ‘Aku kan penyuluh, enggak mau’. Dia enggak cerita (siapa yang mengajak) tapi dia bilang dari kalangan selebritis,” kata Sunan, dilansir dari kumparan.
- Pretty Asmara

Pretty Asmara beserta 8 orang rekannya ditangkap oleh satuan narkoba Polda Metro Jaya pada Juli 2017 di sebuah hotel di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Barang bukti yang ditemukan saat penangkapan yaitu sabu-sabu seberat 2,04 gram dan alat isapnya, 23 butir pil ekstasi, dan 38 butir pil Happy Five, serta uang tunai sebanyak Rp 25 juta. Atas kasus tersebut, Pretty divonis 8 tahun kurungan penjara.
Selama beberapa bulan mendekam di penjara, kondisi tubuh pemeran sinetron ‘Saras 008’ itu menurun dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, dia mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit pada 4 November lalu.
Sebelum terjerat kasus narkoba, Pretty sempat menyandang status Duta Anti-Narkoba. Dia kerap mengampanyekan setop narkoba kepada kalangan selebriti. Dirinya juga pernah mengunggah foto bersama rekannya saat mengampanyekan bahaya narkoba.
Leave a Reply