DEJABAR.ID.PANGANDARAN -Bencana alam kerap menghadirkan kisah-kisah heroik, termasuk juga tsunami Banten yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.
Di tengah ratusan korban meninggal dan ribuan luka-luka, ada beberapa orang yang selamat dari amukan gelombang dahsyat ini. Seperti yang dialami oleh 12 atlet surfing dari Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Seksi Kepelatihan Batukaras Surf Club (BSC) Gilang Ma’rifatullah mengisahkan, pada saat tsunami terjadi rombongan atlet surfing dari BSC baru saja selesai menerima hadiah event Carita Surf Festival.
“Saat tsunami menerjang, ke 12 atlet sedang berada di tepi pantai karena baru menerima hadiah,”kisah Gilang kepada Dejabar.id. Jum’at (28/12/2018).
Menurut dia, ombak tsunami di Banten itu setinggi 1,5 meter dan dalam hitungan kurang satu menit datang ombak ke dua kalinya setinggi 3 meter.
“Setelah ombak ke dua kami reflek masuk ke dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari tepi pantai. Namun naas mobil yang kami tumpangi ikut terseret beberapa meter hingga ke tepi sungai,” katanya.
Beruntung, lanjut Gilang, dia dan para rekannya langsung keluar dari mobil menyeburkan diri ke sungai seberang laut. Selama berada dalam sungai kurang lebih 20 menit dirinya mencari akar pohon untuk berpegangan agar badannya tidak terbawa arus.
“Alhamdulillah kami bisa selamat hanya memegang akar ukuran jari. Di situ saya berperang melawan keadaan untuk bertahan dalam ancaman maut,” ungkap Gilang.
Akibat peristiwa tsunami, Gilang mengaku rombongan atlet surfing dari Kabupaten Pangandaran mengalami kerugian puluhan juta.
“Kerugian sekitar Rp60 juta karena kerusakan mobil yang sangat parah dan papan surfing milik atlet semuanya rusak,” pungkasnya.(dry)
Leave a Reply