DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Indonesia adalah negara yang diberkahi oleh berbagai macam suku, bahasa, kebudayaan, agama dan kepercayaan.
Para tokoh bangsa termasuk para kyai dan habib berhasil menguatkan karakter masyarakat Indonesia yang cinta damai, toleran dan gotong royong dalam prinsip bersama. Yaitu, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.
Tantangan hari ini adalah munculnya kelompok radikalis yang memiliki ciri khas gerakan menolak Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sehingga menimbulkan kegaduhan dan perpecahan.
Peran penting untuk menjaga eksistensi Indonesia dan nilai keberagamaannya ada di generasi milenal.
Demikian dikatakan Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres Cawapres nomer 01 Jokowi-Amin, Maman Imanulhaq, dalam orasi kebangsaan dalam acara Haul Gus Dur dan pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Majalengka, Jumat (28/12 2018) malam.
Menurut Maman, ancaman terhadap Indonesia muncul dari kelompok yang mempraktikan mengafirkan orang yang berbeda pandangan. Mereka menolak toleransi dan ideologi bangsa yaitu Pancasila.
“Saatnya Milenialis membendung ini,” kata Maman, yang juga tokoh muda NU ini di hadapan ribuan millenial yang memadati alun-alun Majalengka.
Menyambut pergantian tahun, kata dia, Direktorat Relawan terus turun mengadakan Zikir Muhasabah, turun di daerah yang tertimpa bencana. Seperti mengadakan pelatihan medsos untuk Millenial pesantren di 10 kota besar.
Kegiatan yang dirancang sekaligus sebagai konsolidasi seluruh organ relawan untuk memenangkan pasangan 01, Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.
Maman menambahkan, bahwa kaum Milenial sebagai kelompok demografi setelah Generasi X yang lahir awal 1980 an, punya peran penting dalam melawan gerakan radikalisme dan terorisme dengan menguatkan nasionalisme, gerakan literasi di masjid dan pesantren serta mengusung keadaban publik di dunia nyata dan medsos.
“Kita tidak ingin Indonesia hancur seperti negara-negara di Timur Tengah. Hanya karena perbedaan pandangan politik mereka bercera-berai . Hanya karena Hoax mereka saling bunuh. Kita harus menjaga Indonesia. ‘Hubbul Wathan Minal Iman’, Cinta tanah air adalah bukti komitmen keimanan kita,” tutupnya.(jja)
Leave a Reply