DEJABAR.ID, MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka, berharap semua pembangunan infrastruktur khususnya jalan penghubung bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
Namun, pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Pemkab Majalengka sesungguhnya belum bisa dinikmati oleh sebagian masyarakat. khususnya bagi mereka yang hidupnya di pelosok pedesaan.
Seperti jalan antar desa yang berada di Desa Ciranca, Kecamatan Malausma, khususnya di Dusun Cicurug, keadaannya saat ini jalan tersebut cukup memprihatinkan.
Padahal di Dusun Cicurug tersebut berdiri sebuah Pondok Pesantren Riyadul Ullum di bawah pengasuh KH Abdul Aziz, dan santrinya cukup banyak. Bahkan Mereka kebanyakan snatrinya berasal dari luar wilayah.
Kondisi tersebut cukup kontra dengan jalan utama dari Kecamatan Talaga menuju Desa Ciranca yang terlihat mulus tanpa ada kendala. Namun, begitu memasuki Dusun Cicurug, jalannya terlihat rusak parah.
Disana terlihat bongkahan batu besar dan kecil berserakan di sepanjang jalan penghubung tersebut. Padahal, banyak masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut, khususnya para santri dan orangtua yang berhubungan lansung dengan Ponpes Riyadul Ullum.
Menurut masyarakat setempat, selama ini jalan penghubung yang ada di Dusun Cicurug, Desa Ciranca, selalu diabaikan dalam pembangunannya. Padahal saat ini pemangku kebijakan di Kabupaten Majalengka adalah putra pribumi Kecamatan Malausma.
“Saya juga tidak mengerti mengapa infrastruktur seperti jalan penghubung yang begitu vital tidak segera diperbaiki. Padahal di Dusun Cicurug ini berdiri sebuah Ponpes Riyadul Ullum, yang banyak santrinya dari luar desa,” ujar Akhya, Rabu (02/01/2018).
Menurut dia, saat ini Bupati Majalengka adalah warga pribumi asli, sehingga masyarakat disini menaruh harapan besar agar kedepan akses jalan di sekitar sini segera dibenahi.
“Kami sama seperti masyarakat yang lainnya, yang ingin wilayahnya diperhatikan oleh pemerintah. Karena kami juga sama setiap tahun membayar pajak untuk pembangunan di Kabupaten Majalengka,” harapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan KH Abdul Aziz, pengasuh Pompes Riyadul Ullum, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Majalengka, dibawah komando Karna-Tarsono, agar lebih memperhatikan pembangunan yang ada dipelosok pedesaan. Karena selama ini pembangunan iprastruktur di pedesaan hampir kurang perhatian dari pemerintah.
Dikatakannya kerusakan jalan penghubung yang ada di Dusun Cicurug ini sedikit banyak mempengaruhi minat orang tua untuk menitipkan anak anaknya belajar Ilmu Agama Islam di Ponpesnya, karena mereka cukul sulit menuju titik lokasi ponpes.
“Kami harap pemerintah mulai dari desa sampai kabupaten agar segera merespon keluhan warga disini. Karena jalan yang baik, akan membawa dampak yang positip bagi kehidupan warga. Baik untuk kemajuan ekonomi maupun bagi dunia pendidikan,” ucapnya.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di bagian Utara wilayah Majalengka. Seperti Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh. Kondisi jalannya sudah sangat buruk, terlebih jika musim hujan tiba seperti sekarang ini.
Kepala Desa Pilangsari, Didi Tarmadi mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan perbaikan jalan kepada Pemkab Majalengka. Menurut informasi kabarnya tahun 2019 ini masuk dalam rencana pembangunan.
“Paling Minggu depan kami akan bersilaturahmi dengan dinas terkait untuk membicarakan terkait perbaikan jalan tersebut,” tutupnya. (jja)
Leave a Reply