DEJABAR.ID, CIREBON – Dunia literasi bukan hanya sebatas membaca dan menulis buku saja. Karena, makna literasi secara luas adalah bisa membuat karakter seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sehingga, literasi bisa mengacu kepada beberapa hal.
Seperti yang dilakukan di Perpustakaan 400 Kota Cirebon. Di sini, selain kegiatan membaca dan meminjam buku, juga kerap diadakan kegiatan literasi yang dilakukan hampir tiap minggunya. Bahkan, semakin ke sini semakin banyak saja peminatnya.
Menurut pegiat literasi Perpustakaan 400 Kota Cirebon, Lismah Rahmawati, kegiatan rutin di Perpustakaan 400 Kota Cirebon meliputi kids story time pada hari Selasa, kelas merajut di hari Rabu, dan kelas membuat tas talikur atau hantaran pada hari Sabtu.
Di luar itu, lanjutnya, terdapat beberapa kegiatan spesial, seperti kelas kuliner jajanan pasar di Minggu ke 2, kelas kuliner kue modern di Minggu ke ke 3, dan berbagai workshop atau bedah buku di Minggu ke 4 atau 5.
“Alhamdulillah keikutsertaan para peserta untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut semakin meningkat,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id usai kegiatan story telling di Perpustakaan 400 Kota Cirebon, Jalan Brigjen Dharsono Kota Cirebon, Selasa (15/1/2019).
Menurut Lismah, beberapa kelas tersebut ada yang memang sudah dikembangkan untuk menjadi peluang usaha, seperti di kelas merajut dan tas talikur atau hantaran. Sebagian peserta kelas tersebut ada yang sudah dijadikan sebagai ladang penghasilan atau penghasilan tambahan
“Ada yang sudah dibawa ke Lawang Trusmi yang menampilkan stand hasil-hasil rajutan para peserta,” jelasnya.
Dengan adanya berbagai kegiatan listetasi di Perpustakaan 400 Kota Cirebon ini, lanjut Lismah, secara tidak langsung bisa meningkatkan kunjungan ke perpustakaan. Sebelum-sebelumnya, pengunjung hanya sebatas 100 orang perharinya. Untuk sekarang, pengunjung sudah mencapai angka 500 orang per harinya.
“Alhamdulillah, ini menunjukkan bahwa minat literasi masyarakat di Kota Cirebon mulai meningkat,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply