Press ESC to close

Bawaslu Tidak Temukan Unsur Pelanggaran Dari Foto Satu Jari Bima Arya

  • January 15, 2019

DEJABAR.ID, BOGOR-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor menyatakan tidak ada pelanggaran yang ditemukan dari pose satu jari yang dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya saat kunjungan Cawapres nomor urut 1 Ma’ruf Amin ke Bogor beberapa waktu lalu. Bawaslu menilai pose Bima  dengan satu jari bukan bentuk kampanye.
Keputusan ini setelah Bawaslu Kota Bogor melakukan rapat pembahasan terakhir Senin (14/1). Dengan segala bukti yang ada, Bima tak terbukti memenuhi unsur pelanggaran pidana terkait Pemilu.
“Berdasarkan paparan dan bukti-bukti, hasil rapat kemarin Bawaslu Kota Bogor tidak menemukan pelanggaran Pemilu. Sehingga (kasusnya) tidak dapat dilanjutkan,” kata Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Elyas, Selasa (15/1/2019).
Yustinus menyebut, berdasarkan fakta-fakta di lapangan disimpulkan bahwa Wali Kota Bima Arya tidak menyalahi aturan yang diatur dalam UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Kedatangan Bima Arya ke lokasi kunjungan Ma’ruf Amin di pesantren Al Ghozali Kota Bogor, merupakan kegiatan pribadi dan bukan sebagai Wali Kota Bogor. Kedatangan Bima juga dilakukan pada akhir pekan serta bukan agenda pejabat daerah dan tidak menggunakan fasilitas pemerintah.
“Terkait pose satu jari, bukan merupakan bentuk kampanye. Satu jari merupakan tindakan spontan ketika ditanya para wartawan. Jadi tidak dimaksudkan untuk mendukung paslon tertentu,” terang YustinusDiberitakan sebelumnya, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto diperiksa Bawaslu Kota Bogor, karena sempat berpose sambil mengacungkan satu jari saat kedatangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ma’ruf Amin ke Bogor beberapa waktu lalu. Foto Bima yang sempat viral tersebut kemudian dianggap sebagai simbol dukungan terhadap Capres dan Cawapres nomor urut 1.
Kepada Bawaslu Kota Bogor, Bima Arya mengaku datang ke Ponpes Al-Ghazali karena diundang secara pribadi oleh Ponpes Al-Ghazali. Undangan tersebut, kata Bima, disampaikan melalui pesan WhatsApp dan surat.
“Kemudian saya jelaskan alasan saya itu kepada rekan-rekan Bawaslu dan saya sampaikan juga, satu (sambil mengacungkan satu jari) hari itu hari libur, tidak dalam hari kerja, yang kedua (sambil mengacungkan dua jari) saya juga datang bukan untuk kampanye tapi diundang, yang ketiga simbolisasi satu itu lebih kepada penguatan makna tentang alasan saya kedatangan kesana yaitu hanya satu, yaitu memuliakan tamu,” papar Bima.
“Saya itu orangnya kan ekspresif, kalau saya bicara dua saya kasih simbolisasi, kalau semangat saya kepalkan tangan, kalau lima saya sebut lima (sambil mengangkat lima jari), kemarin itu secara reflek saya sebutkan satu, nah itu barangkali yang kemudian ditafsir yang macam-macam,” tutup Bima Arya.(Sol)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *