DEJABAR.ID – Menteri kesehatan menaggapi soal gaji dokter dan juru parkir dari pernyataan Prabowo Subianto yang menyatakan bahw juru parkir lebih besar gajinya daripada doker.
Benarkah gaji dari profesi elite seperti dokter kalah dengan tukang parkir? Pertanyaan semacam ini tiba-tiba menjadi topik pembicaraan hangat setelah muncul di pidato ‘Indonesia Menang’ Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Memang, terdengar tak masuk akal dan bahkan sangat kontras jika membandingkan besaran gaji antara dokter dan tukang parkir. Meski demikian, kita tak bisa langsung saja mempercayai hal tersebut. Berikut tanggapan Menteri Kesehatan soal gaji doker dan juru parkir.
Gaji Juru Parkir
Pada pidatonya yang bertajuk ‘Indonesia Menang’, Prabowo dengan lantang menyebutkan bahwa gaji seorang dokter lebih rendah dari penghasilan juru parkir. Pidato yang akhirnya viral tersebut, mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Merujuk data UPT Perparkiran DKI Jakarta yang dikutip dari news.detik.com, ada sekitar 1.564 jukir yang terdata. Sebanyak 268 orang jukir di tempat parkir elektronik mendapat gaji UMP sebesar Rp 3.940.973 pada 2019. Sedangkan yang lain menerima gaji melalui sistem bagi hasil, tergantung
wilayahnya.
Penjelasan Nila Moeloek, Menteri Kesehatan
Tak hanya pihak IDI yang menanggapi pernyataan Prabowo, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek juga ikut merespons pernyataan capres Prabowo Subianto, terkait pidatonya menyebut banyak dokter bergaji lebih kecil dari juru parkir. Dikutip dari news.detik.com, ia menyebutkan bahwa kehidupan dokter secara umum sangat sejahtera karena penghasilannya mencukupi. Selain itu, profesi kedokteran juga dinilai sangat luas dan berpeluang menambah besaran gaji yang diterima jika berpraktik di banyak tempat. “Saya ikut Nusantara Sehat itu, dokter itu sudah Rp 11 juta. Kalau saya spesial, ikut kerja yang spesialis di daerah Rp 30 juta dari Kemkes doang. Belum dari kabupaten, pemda, belum dia praktik. Makanya cari pacar dokter saja deh,” ujarnya yang dikutip dari news.detik.com.
Leave a Reply