Press ESC to close

Pengurus Masjid di Ciamis Kaget Terima Karung Berisi Tabloid ‘Indonesia Barokah’

  • January 24, 2019

DEJABAR.ID, CIAMIS-Para Pengurus Masjid dan Ponpes di Ciamis kaget ketika ada kiriman paket tabloid Indonesia Barokah berjumlah ribuan yang disimpan dalam karung dan diamplopi warna coklat kemudian sebar di wilayah mereka. Sementara mereka merasa tak pernah memesannya sama sekali.
Dilansir dari Detik.com, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Huda, Maleber, Ciamis, KH Usep Al Ansory mengaku kaget ada kiriman tabloid Indonesia Barokah tersebut beberapa hari lalu. Paket tabloid tersebut diletakkan begitu saja di pagar depan kediamannya.
Pesantren tersebut satu dari tiga pesantren di Kecamatan Ciamis yang mendapat kiriman tabloid yang isinya sarat dengan politik.
“Kaget saja tiba-tiba ada kiriman paket amplop warna coklat ke sini. Tapi tidak tahu yang kirim. Kan kagetnya itu tidak ada yang pesan,” ujar KH Usep saat ditemui di pesantrenjya di Lingkungan Karangsari, Kelurahan Maleber, Rabu (23/1/2019).
Ia mengaku tak membacanya karena tak tertarik. Ia menyimpannya di lemari. “Paket ampop coklat itu isinya ada dua tabloid. Saya tidak tahu isinya seperti apa, karena tidak sempat membacanya, sekarang masih disimpan di lemari,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pos wilayah Ciamis Egya Rizky Priangga menuturkan pihak Pos Ciamis telah menerima dua karung paket yang diduga berisi tabloid Indonesia Barokah pada minggu lalu.
Meski ia tidak bisa memastikan itu merupakan tabloid yang dimaksud. Hanya saja di dalam karung itu terdapat paket amplop coklat. Karena petugas pos tidak boleh membuka paket tersebut.
Egya mengaku karena sesuai dengan kualitas layanan, maka paket tersebut langsung dikirim ke alamat penerima yang alamatnya menunjukan pondok pesantren dan masjid di Ciamis.
“Setelah ada kiriman dua karung ini, sesuai amanah perusahaan langsung harus kita serahkan kiriman tersebut,” kata Egya di kantornya Jalan Jendral Sudirman Ciamis.
Egya mengaku tidak mengetahui jumlah paket dari dua karung tersebut, karena bentuknya merupakan layanan porto sehingga tidak tercatat oleh sistem, berbeda dengan paket kilat khusus. Layanan porto ini hampir sama dengan surat dengan prangko.
“Hanya ada izin portonya diketahui dikirim dari Jakarta Selatan. Berbeda dengan kilat khusus itu ada resi pengirim jadi bisa terlacak. Semua sudah dikirim, tinggal ada beberapa paket saja yang belum dikirim,” pungkasnya.(red/detik)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *