DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Para petani garam di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kini semakin gencar dalam memproduksi meski manfaatnya baru dirasakan oleh warga sekitar.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, Kedepannya pihak Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan terus mengembangkan produksi garam tersebut supaya bisa dipasok ke luar daerah, sebab garam lokal Pangandaran dianggap memiliki kualitas yang tinggi.
Menurut keterangan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan menyebutkan bahwa garam Legokjawa sudah mampu diproduksi hingga 1,3 ton dalam waktu dua minggu.
“Namun hasil produksi sebanyak itu baru bisa dinikmati oleh warga lokal, karena mereka banyak yang datang langsung ke lokasi untuk membeli garam,” ujarnya kepada Dejabar.id. Senin (04/02/2019).
Menurut dia, untuk menutupi kebutuhan warga lokal juga masih belum terpenuhi jadi garam petani legokjawa belum bisa dipasok keluar daerah.
“Saat ini yang memproduksi masih tetap para petani garam yang sudah ikut pelatihan,” paparnya.
Beberapa minggu lalu, kata Gunawan, para petani garam kembali mendapat bantuan dari pemkab berupa alat penggiling, alat pencetak garam, oven, loyang, yodium dan lain-lain.
”Semoga dengan bantuan tersebut kita bisa membuat garam meja yang halus dan berkualitas,” pungkasnya.(dry)
Leave a Reply