Press ESC to close

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasik Angkat Suara Soal Polemik Sampah

  • February 6, 2019

DEJABAR.ID, TASIKMALAYA – Berbicara sampah memang tidak akan ada habisnya. Sampah bisa jadi bencana juga bisa jadi berkah jika kita mampu dan mau mengolahnya dengan benar. Seperti apa yang dikatakan PLt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr Faisal Soeparyanto kepada Dejabar.id belum lama ini.
Ia mengatakan jika tidak ingin terkena dampak penyakit diare, inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga demam berdarah dengue (DBD) yang mengakibatkan kematian, sebaiknya warga mulai sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Hal itu ia utarakan, setelah melihat volume sampah rumah tangga yang sangat tinggi perharinya. “Iya memang betul harus sadar akan hal itu,” ungkap Faisal di kantornya, Kemarin.
Apalagi saat ini tambah Faisal, sudah masuki musim hujan. Sampah yang dibuang sembarangan dapat banyak menimbulkan penyakit. “Resiko masyarakat terkena penyakit pun akan semakin tinggi,” tambahnya.
Ia mencontohkan, kondisi sampah yang basah akan mempercepat perkembangan virus dan bakteri. Semisal wabah DBD bisa dipicu akibat banyak air yang menggenang, salah satunya pada sampah yang dibuang sembarangan.
Kemudian diare, menurutnya bisa diakibatkan dari banyaknya air melimpah tapi kualitasnya buruk dan terkontaminasi salah satunya dengan sampah. “Karena hal itulah sumber penyakit itu hadir,” terangnya.
Untuk itu, ia mengajak dan menghimbau ke semua masyarakat baik pedesaan dan pusat kota di Kabupaten Tasikmalaya supaya jangan membuang sampah sembarangan. Agar sampah bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah sehingga tak menimbulkan penyakit.
“Buanglah sampah ke tempatnya jangan dibuang seenaknya saja, apalagi ke sungai. Jangan sampai menimbulkan genangan air yang mengakibatkan berkembang biaknya jentik nyamuk penyebab DBD. Minimal, simpan sampah di pinggir jalan pas waktu pengangkutan sampah saja jangan sebelumnya,” tandasnya.(Ian)
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *