DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Banjir yang melanda di beberapa titik di Kabupaten Majalengka, pada Rabu (6/2/2019) kemarin sore, juga menggenangi Gedung Dinas Kominfo Majalengka.
Akibat banjir tersebut, sejumlah, komputer, laptop, printer dan cadangan elektronik lainnya serta sejumlah dokumen penting mengalami kehancuran.
Pasca kejadian tersebut, Bupati Majalengka, Karna Sobahi, pada Kamis (7/2/2019) langsung meninjau ke Gedung Dinas Kominfo Majalengka, untuk mengecek situasi pasca kejadian banjir yang melanda gedung dinas tersebut.
“Kedatangan kami ke dinas ini, juga sekaligus ingin menyelamatakan sejumlah dokumen yang sudah porak-poranda akibat diterjang banjir. Karena Kominfo ini sangat komplek, jadi langkah awal kita selamatkan dokumen dulu,” ungkapnya.
Bahkan, menurut Karna Sobahi, selain dokumen dan perangkat lunak yang ada di Kominfo porak-poranda. Juga perangkat yang akan dijadikan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Majalengka. Yakni quick response Majalengka Raharja yang akan diluncurkan juga ikut terendam banjir.
“Oleh karena itu, kami segera melakukan rapat koordinasi terbatas, pertama kita mengambil langkah untuk penyelamatan dokumen dan kedua untuk membersihkan gedung ini agar tidak terhambat dalam pelayanan ke masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, sambung dia, akan perintahkan ke Dinas BMCK dan PPSDA untuk mengambil solusi agar air ketika hujan punya jalur tersendiri, sehingga tidak terjadi lagi banjir menerjang dinas tersebut.
Semsntara itu, Kabid Pengembangan dan pengendalian Informatika Kominfo Majalengka, Rahmat Kartono menjelaskan, banjir tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, dirinya bersama tujuh orang staf lainnya masih berada di dalam kantor tersebut.
Pada saat hujan sangat lebat, tiba-tia ia mendengar suara yang sangat keras terdengar dari luar gedung tersebut. Beberapa selang menit kemudian, tiba-tiba air sepinggang orang dewasa masuk ke dalam kantor.
Bahkan bongkahan tembok sepanjang 8 sampai 10 meter saja masuk ke dalam gedung tersebut. Ternyata, kata dia, bongkahan tembok ini, berasal dari tembok yang berada di luar gedung jebol akibat derasnya air tersebut.
“Kami bersama tujuh orang staf lainya pun, sampai terjebak di dalam kantor tersebut. Kami pun kesulitan untuk mencoba keluar dari gedung ini. Apalagi harus berjibaku dengan strum/listrik, namun pada akhirnya kami berhasil keluar bersama tujuah staf lainya,” jelasnya.(jja).
Leave a Reply