DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada Pemilu 2019 tinggal dua bulan kurang. Namun, banyak warga masyarakat di Kabupaten Pangandaran yang mengaku belum mengetahui bagaimana tata cara pada tahapan Pemilu 2019 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Nia Rosita. Nia mengaku, dirinya sama sekali tidak mengetahui bagaimana tata cara dalam tahapan pemilu nanti.
“Jujur saya bingung dan tidak tahu persis tahapan Pemilu Pilpres dan Pileg nanti seperti apa. Karena, pada pemilu kali ini terlalu banyak warna dari surat suara yang harus kita coblos di bilik suara nanti,” akunya saat ditemui Dejabar.id, Kamis (21/02/2019).
Hal yang sama pun diakui salah seorang anggota DPRD Pangandaran dari Fraksi PDIP Asep Nurdin mengaku banyak menerima keluhan dari warga pada saat dirinya melaksanakan kegiatan Reses.
“Warga masyarakat banyak yang belum mengetahui tentang pemilu dan pileg hingga tata cara pencoblosan nanti,” katanya.
Namun, kata Asep, dirinya mencontohkan kelima warna dari surat suara tersebut masyarakat belum mengetahuinya.
“Misalnya, surat suara warna Abu untuk Pemilihan Presiden, warna Kuning untuk DPR RI, warna Merah DPD RI, Biru DPRD provinsi dan warna Hijau untuk DPRD Kabupaten/ Kota dan hampir semua masyarakat tentang itu mengaku tidak tahu,” paparnya.
Asep berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran secepatnya melakukan sosialisasi tentang tatacara Pemilu Pilpres dan Pileg tersebut ke masyarakat.
“Jujur saja dengan ketidaktahuan masyarakat terkait tatacara pemilu nanti, saya khususnya sangat dirugikan sebagai peserta calon Pileg, maka dalam hal itu KPU segera melakukan tahapan sosialisasi ke masyarakat,” saran Asep.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin membantah bahwa sosialisasi tersebut sedang berjalan dan akan berlangsung sampai menjelang hari pemungutan suara
“Selain itu, pihak KPU Pangandaran juga mengangkat Relawan Demokrasi sebanyak 55 orang dari 10 basis sasaran agar harapan sosialisasi dan pendidikan pemilih diantaranya basis pemilih perempuan, pemilih pemula, basis komunitas, basis keagamaan, nelayan, warga internet, kaum marginal dan penyandang disabilitas bisa mengetahuinya,” tegasnya.
KPU juga, kata Muhtadin akan menyisir warga masyarakat dengan program sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada kelompok-kelompok pemilih, komunitas masyarakat.
“Diharapkan relawan demokrasi itu tugasnya sebagai mitra KPU menyasar seluruh warga dalam mensosialisasikan tahapan dan teknis pemilu 2019 mendatang,” pungkasnya.(dry)
Leave a Reply