Press ESC to close

Derita Kanker Payudara, Wanita yang Ditinggal Suami Ini Butuh Bantuan Pemerintah

  • March 4, 2019

DEJABAR.ID, PANGANDARAN- 
Anis Suhanah warga Kampung Dusun Babakanjaya RT 20/07 Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menderita kanker payudara.

Informasi yang diterima dejabar.id, Anis sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dengan dibantu oleh tim Jabar Quik Respon (JQR) selama 2 bulan dan pulang pada Bulan Februari 2019 lalu.

Saat ditemui dikediamannya, Anis mengaku dirinya mulai merasakan sakit dibagian payudara sebelah kiri pada bulan Februari 2018 silam dan lama-kelamaan ada benjolan sebesar kelereng.

“Karena ketidaktahuan saya, rasa sakit dan benjolan itu tidak pernah saya periksa kedokter, hingga akhirnya benjolan tersebut dalam kurun waktu 6 bulan, tepatnya bulan Juli 2018 benjolan tersebut membesar hingga akhirnya pecah,” ujarnya kepada dejabar.id sambil menangis terbata-bata. Senin (04/03/2019).

Setelah benjolan tersebut pecah, lanjut Anis, sejak itu lukanya bertambah parah sampai mengeluarkan aroma bau tak sedap bahkan sampai berpengaruh pada kondisi badan yang semakin lemah dan tambah kurus.

“Jika mau minum pun saya merasa kesusahan dan harus minta ketetangga sembari jalan sempoyongan. Akibat bau tak sedap sehingga orang – orang menjauh termasuk suami saya pun pergi meninggalkan saya sendirian,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang
warga Dusun/Desa Padaherang Rt 007/002 Kecamatan Padaherang, Ibu Titi yang mendapatkan kabar tentang kondisi Anis pun langsung menjenguknya dan membawanya ke Puskesmas.

“Sebelumnya saya dikasih tahu sama teman tentang kehidupan Anis. Sekitar akhir bulan Desember 2018 saya langsung ke rumahnya, hingga akhirnya saya bawa Anis dengan naik becak ke Puskesmas Padaherang,”ungkap Titi.

Titi mengatakan dirinya pun sempat menguruskan BPJS Mandiri milik Anis pada tanggal 31 Desember 2018 lalu. Dan alhmdullilah kartu BPJS nya jadi sehingga saya pun langsung membawa Anis berobat ke RSHS Bandung.

“Ketika berobat di RSHS, Anis juga dibantu oleh tim Jabar Quik Respons (JQR) selama dua bulan,” terang Titi.

Namun demikian, Titi mengungkapkan, setelah pulang dari rumah sakit Anis mengaku kebingungan mau pulang kemana, karena jika pulang ke rumahnya pun disana tidak ada suami atau sanak saudaranya yang bersedia menampung anis untuk berteduh.

“Karena tidak ada yang mau merawat Anis, akhirnya saya rawat saja dia (Anis-red) dirumah selama sakit. Namun dikarenakan penyakitnya harus terus-menerus dirawat dan dilakukan kontrol ke RSUD Ciamis saya mendapatkan kesulitan terutama untuk antar jemput pasien (anis red) apabila harus cek up ke Ciamis,” keluh Titi seraya berharap ada pihak Pemerintah maupun Dermawan yang terketuk hatinya untuk memberikan bantuan kepada saya dan Anis.(dry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *