Press ESC to close

KPU Pangandaran Gelar Bimtek Tata Cara Penetapan Calon Terpilih Pemilu 2019

  • March 6, 2019

DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, menggelar bimbingan teknis (bimtek) Tata Cara Penetapan Terpilih Calon Anggota DPRD Kabupaten Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 di salah satu hotel di Pangandaran. Selasa (05/03/2019).
Hajatan ini dihadiri stakeholder, pimpinan partai politik, liaison officer (LO), Bawaslu Pangandaran serta tamu undangan lainnya.
Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin mengaku pihaknya membimbing atau melakukan bimbingan teknis tentang pemungutan, rekapitulasi dan penetapan calon terpilih nanti.
“Kegiatan Bimtek tersebut dimaksudkan dalam rangka memberikan informasi kepada peserta pemilu dan stakeholder dinas, Badan dan lembaga terkait yang berhubungan dengan penyelenggaraan pemilu,” ujarnya kepada Ddejabar.id, kemarin.
Sehingga, kata Muhtadin, mereka memperoleh informasi yang cukup untuk kemudian dijadikan modalitas mereka menyampaikan edukasi politik bagi masyarakat sebagai calon-calon pemilihnya.
“Diharapkan dengan digelarnya Bimtek para penyelenggaraan paham bagaimana tata cara Pemilu 2019 ini,” katanya.
Untuk tahapan Pemilu 2019, Muhtadin mengatakan kemarin pihaknya sudah menyelesaian proses sortir dan lipat surat suara baik untuk Pileg maupun Pilpres.
“Sekarang ini tahapan pelaksanaan pemilu yang pertama kita masalah logistik sortir dan lipat surat suara kemarin sudah selesai, kemudian dilebel data pemilih yang sekarang hari ini kita sedang melakukan tahapan penyusunan,” papar Muhtadin.
“Selain itu, untuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan kita juga sedang melakukan penyusunan rekap terhadap daptar pemilih tambahan (DPTb). Bagi pemilih yang sudah terdaftar di DPT tetapi berencana tidak akan memilih di TPS dia asal kemudian dia pindah maka kita rekap ulang di DPT pemilih tambahan,” sebutnya.
Muhtadin menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan perbaikan DPT melalui pencermatan mandiri oleh KPU.
“Yang Kedua kita juga akan minta rekomendasi dan tanggapannya dari masyarakat terkait adanya, misal para pemilih yang tidak memenuhi syarat, seperti usianya kurang, ada yang ganda dan seterusnya,” tuturnya.
Muhtadin menegaskan, untuk menekan angka golput, pihak KPU Pangandaran terus melakukan sosialisasi secara maksimal.
“Kita terus melakukan sosialisasi setidak-tidaknya melibatkan 10 basis startegis, sosialisasi tatap muka ke setiap pelosok melalui tenaga 55 Relawan Demokrasi,” tutupnya.(dry)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *