DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, para pengusaha kolangkaling di Desa Cimeong, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, mulai memperbesar produksi kolangkaling agar tidak keteteran pesanan di saat bulan Ramadhan tiba.
Bukan hanya bulan ramadhan saja, mengingat buah kolangkaling tidak mengenal musim. hampir setiap hari saung produksi kolangkaling tetap ‘ngebul’ merebus buah kolangkaling sebelum dikupas dan dikeluarkan isinya.
Pada bulan rajab atau sekitar sebulan sebelum bulan ramadhan para pengusaha kolangkaling di desa cimeong mulai mengebut produksi dikarenakan omset terbesar mereka adalah pada bulan suci ramadhan.
Seperti yang diungkapkan Iyan sapaan akrabnya, pengusaha kolangkaling yang sudah terkenal di Cimeong. Dirinya dengan dibantu beberapa pegawainya sudah mulai mengebut produksi kolangkaling untuk stok di bulan Ramadhan.
“Mendekati bulan puasa, setiap tahun kita mulai memperbesar produksi sebagai stok supaya tidak keteteran permintaan di bulan puasa” Ujar Iyan, Selasa (19/3/2019).
Pria paruh baya yang sudah menggeluti usaha kolangkaling selama 30 tahun itu menjelaskan, jika pada hari-hari di bulan biasa ia hanya bisa menjual 50-100 kg namun di bulan Ramadhan setiap harinya ia bisa menjual 200-400 kg per hari.
Harga kolangkaling sendiri sekarang berkisar Rp10 ribu per kg untuk pengecer dan Rp7 ribu per kg untuk pemborong yang akan dijual kembali.
“Hari hari biasa hanya mampu terjual 50-100 kg paling banyak dan dibulan puasa bisa 3-4 kali lipat dan untuk harganya di bandrol Rp10 ribu per kg pengecer dan Rp7 ribu untuk yang dijual lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut H Iyan, dalam produksi kolangkaling gampang gampang susah. Kolangkaling bisa tahan sampai dua bulan tanpa bahan pengawet hanya dengan teknik penyimpanannya yang harus diperhatikan. Serta dalam harus pas dalam waktu pemetikan buah kolangkaling yang tidak boleh terlalu muda dan terlalu tua.
“Kolangkaling tahan dua bulan dengan teknik penyimpanan sederhana, kolangkaling harus pas tidak boleh terlalu muda karena lembek dan tidak boleh terlalu tua karena keras (mejeuhna),” tutupnya.
Sementara Desa Cimeong sendiri merupakan daerah penghasil kolangkaling terbesar di Majalengka. Karena daerah tersebut banyak ditumbuhi pohon aren yang merupakan tanaman yang notabene tumbuh di daerah pegunungan.(jja)
Leave a Reply