DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum secara resmi membuka kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Bumi Perkemahan Loka Bina Pamugaran Pantai Barat Pangandaran, Jumat (22/03/2019).
Pembukaan PP2SN tingkat Provinsi Jawa Barat yang ke-4 ini juga dihadiri Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinatha, Danramil 1320 Pangandaran, Kepala Bidang PD Pondok Pesantren Provinsi Jawa Barat Abubakar Sidiq, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H.A Buchori, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran Cece Hidayat serta 1.080 santri.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Rudzanul Ulum menyebutkan, bahwa kegiatan Pramuka kali ini memiliki beberapa manfaat yang pertama adalah sebagai latihan disiplin. Karena, melalui pramuka kegiatan-kegiatan yang penuh dengan kedisiplinan juga melatih tentang ta’awun kebersamaan tolong-menolong dan juga sebagai arena silaturahmi dari lembaga pendidikan Islam satu dengan yang lainnya dari santri pesantren satu dan pesantren yang lainnya.
“Kegiatan ini juga banyak hikmahnya yang dulu tidak kenal, dulu tidak pernah bertemu tapi hari ini kita semua bisa bertegur sapa, bisa berkenalan sebagai bentuk silaturahmi dan ini sangat penting diantara kita,” “ucapnya kepada dejabar.id. Jum’at (22/03/2019).
Yang ujung-ujungnya, sambung Uu, bahwa pendidikan karakter yang dibutuhkan oleh pemimpin-pemimpin yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang.
“Jadi harapan kami dengan kegiatan hari ini akan lahir sebuah generasi muda yang memiliki dedikasi yang hebat serta memiliki kemampuan yang hebat, dan juga memiliki keahlian yang hebat khususnya memiliki karakter kesantrian, karakter nusantara dan karakter nasional,” harap Uu.
Menurut Uu, dalam rangka era 4.0 dimana era 4.0 adalah era cyber yang tidak bisa dihindari dari tahun ketahun dari waktu ke waktu.Sekalipun namanya santri yang identik dengan tradisional, identik dengan pedesaan tetapi dengan era 4.0 tidak bisa menghindar dari kegiatan atau pemahaman tentang teknologi dan ilmu-ilmu lainnya.
“Maka kita (Santri-red) jangan gaptek dan jangan ketinggalan masalah dunia sehingga kita harus maju serta kita harus lebih mahal dibandingkan dengan yang lain,”katanya.
Di kesempatan itu, Uu juga menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan di Kabupaten Pangandaran yang dinilai sangat pesat, seperti yang dilihat di mana pembangunan khususnya infrastruktur jalan sudah hampir merata.
“Saya berterima kasih kepada pak Bupati Pangandaran karena jalan-jalan di kampung halaman orangtua saya Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur sudah hotmix semua,” sanjungnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat H.A Buchori menambahkan bahwa Pramuka di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama memang selalu ditekankan dan bisa berkembang serta berinovasi baik dari mulai tingkatan penggalang sampai dengan penegak dan seterusnya.
“Dalam waktu dekat saya akan meminta kepada seluruh Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota di Jawa Barat segera membentuk Saka Amal Bhakti. Mudah-mudahan Saka Amal Bhakti di Indonesia ini, kita yang pertama untuk di lingkungan Kementerian Agama,” sebutnya.
Kebetulan, kata dia, panglima santri yang kini menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat. Sehingga dirinya berharap pramuka santri bisa mendapatkan fasilitas yang memadai.
“Dan kami pun mengusulkan Pangandaran kedepan bisa menjadi tuan rumah untuk PPSN tingkat nasional,”cetusnya.
Ditempat yang sama, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menyampaikan atas nama pemerintah dan masyarakat tentu menyampaikan ucapan terima kasih atas diselenggarakannya PPSN tingkat Provinsi Jawa Barat di Pangandaran.
“Minimal ada dua hal sebagai kabupaten yang baru dan sebagai kabupaten yang sedang dikembangkan menjadi wisata yang terkenal di Indonesia,” jelas Jeje.
Tentunya, kataJeje, kegiatan ini sangat membantu dalam rangka mempromosikan Pangandaran sebagai daerah wisata yang mendunia.
“Hari ini kita semua bergembira santri datang ke Pangandaran untuk berpramuka,”katanya.
Menurut Jeje, santri biasa memakai sarung tetapi hari ini santri memakai baju pramuka. Kualitas pembinaan umat anak-anak milenial yang sudah berjalan tentu dilengkapi dengan bagaimana kepanduan dan wawasan kebangsaan.
“Saya kira ini hal yang baik dan bisa dikembangkan di seluruh Jawa Barat, sehingga menciptakan nilai-nilai kebangsaan yang baik,” tutupnya.(dry)
Leave a Reply