DEJABAR.ID, TASIKMALAYA-Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan, pemilih Capres – Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya merupakan pendukung militan yang memiliki pendirian teguh.
Hal itu menurutnya dibuktikan dengan data bahwa sebagian besar pera pendukung Jokowi-Maruf Amin yang mendeklarasikan diri yakni berasal dari masyarakat menengah ke bawah.
“Pemilih Pak Jokowi di Tasikmalaya sangat militan. Ini yang datang ke acara deklarasi saja dari masyarakat kalangan menengah dan bawah. Tapi banyak juga milenial dan pengusaha-pengusaha besar,” ujar Dedi saat acara Deklarasi Kaum Milenial dukung Jokowi-Amin, di Kota Tasikmalaya, Jumat (22/03/2019).
Dedi menambahkan, untuk Jawa Barat sendiri, sebagian besar pendukung Jokowi-Amin adalah para petani dan nelayan yang tinggal di desa-desa. Mereka cenderung tak banyak mengetahui politik zaman sekarang yang sangat dominan di media sosial.
“Tren kondisi pemilihan era saat ini berbeda dengan dulu yang naik turunnya dinamika politik di angka hasil survei begitu cepat. Peran media sosial sangat tinggi dan mampu mempengaruhi para pemilih yang menggunakan media sosial,” tambahnya.
Namun, pada akhirnya Dedi meyakini, di Jawa Barat akan menang. “Saya sudah keliling hampir tiap hari ke berbagai daerah, pemilih Pak Jokowi ini berada di pedesaan, para petani, nelayan, sopir angkot, tukang ojek, masyarakat yang selama ini tidak terlalu berisik di media sosial,” tambahnya.
Untuk target kemenangan, Dedi mengungkapkan, sejak awal pihaknya menargetkan kemenangan di Jawa Barat sampai angka 60 persen suara bagi Jokowi-Amin. “Sampai sekarang saja, dari sisi riset angka psikologis suara telah sampai di angka 46 sampai 47 persen. Soalnya, para pemilih militan Jokowi-Amin belum sampai terlihat di angka riset beberapa survei sampai saat ini,” terangnya.
Dedi menilai hasil survei tak menjamin hasil pemilihan suara nantinya. Tapi, saat hari pencoblosan nanti yang sejatinya membuktikan kemenangan Jokowi-Amin di Jawa Barat.
“Berbeda dengan sahabat kita yang setiap pendukungnya itu memberikan komen, postingan. Bahkan, ada yang bisa punya lebih dari satu akun sehingga lebih ramai, tetapi pemilihan itu kan bukan di medsos, pemilihan itu nanti di TPS,” pungkasnya.(Ian)
Leave a Reply