DEJABAR.ID, PANGANDARAN -Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata bersama keluarga menggunakan hak pilihnya pada Pemilu presiden/wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota di TPS 03 yang berlokasi di depan halaman hotel Saridevi, tepatnya di Dusun Pangandaran Timur Rt 03/02 Desa/Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Rabu (17/04/2019).
Bupati datang bersama istrinya Ida Nurlaela, Ibu Mertuanya Titoh serta kedua anaknya Pratiwi Arieflanti Nurhikmah dan Mochamad Arief Humawan.
Kedatangan keluarga orang nomor satu di Kabupaten Pangandaran itu langsung disambut oleh para petugas KPPS serta warga yang berebut untuk bersalaman serta foto bersama.
Dari pantauan dejabar.id, Tidak perlakuan khusus dari petugas KPPS kepada Bupati Pangandaran H, Jeje Wiradinata beserta keluarganya. Pasalnya, setibanya di TPS 03 pada pukul 09.30 WIB. Bupati dan istri langsung menyerahkan undangan C6 pada petugas KPPS untuk didaftar. Sembari menunggu giliran untuk dapat melaksanakan hak pilihnya,
Bupati sekeluarga duduk di ruang tunggu bersama warga masyarakat lainnya selama 90 menit atau 1,5 jam tepatnya pukul 11.00 WIB.
Bupati Jeje mengaku ada kesulitan dalam Pemilu tahun 2019 ini karena ukuran surat suara yang besar dan banyaknya jumlah surat-surat suara dibandingkan Pemilu tahun 2015 lalu.
“Bagi yang tingkat pengetahuannya sudah paham mungkin bisa. Tapi di dalam bilik suara tetap akan memakan waktu. Saya aja yang masih muda kerepotan saat melipat suara yang besar-besar apalagi yang sudah lanjut usia,”ujarnya kepada dejabar.id usai menyalurkan hak pilihnya di TPS 03, Rabu (17/04/2019).
Hingga saat ini, Jeje menegaskan, situasi dan kondisi di wilayah Kabupaten Pangandaran terbilang aman dan kondusif. Dirinya juga meyakini, angka partisipasi pemilih di Kabupaten Pangandaran tetap tinggi. Dia memperkirakan angkanya mencapai 75-80 persen.
“Cuma tadi ada sedikit kesulitan saat melipat surat suara yang selesai dicoblos. Kendati demikian pada dasarnya tidak ada kendala,” akunya.
Saat ditanyakan terkait ikut antrian, Bupati Jeje menjelaskan bahwa dirinya sama dengan masyarakat pada saat menyalurkan hak pilih di TPS.
“Ya gak apa-apa saya dan keluarga ikut mengantri, kan sebelum kami tiba ke TPS ada warga yang terlebih dahulu sudah menunggu antrian, masa saya mentang-mentang Bupati nyerobot antrian ya gak boleh dong jadi tidak ada masalah soal kami ikut antrian,” pungkasnya.(dry)
Leave a Reply