DEJABAR.ID, CIREBON – Empal gentong dan Cirebon merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kuliner khas Cirebon tersebut merupakan kuliner yang paling banyak dicari oleh para wisatawan saat datang ke Cirebon. Karena, rasanya tidak pas jika datang ke Cirebon tanpa menyicipi empal gentong. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selalu menikmati sajian kuliner empal gentong saat berkunjung ke Cirebon.
Untuk menikmati empal gentong di Cirebon, tidaklah sulit. Karena, restoran maupun warung yang menyediakan empal gentong bertebaran di mana-mana. Mulai dari kawasan wisata, pusat kota, hingga di pinggiran, sangat mudah menemukan empal gentong.
Empal gentong sendiri merupakan masakan sejenis gulai yang berisi potongan daging sapi cincang yang diberi kuah santan, lalu ditaburi irisan daun kucai. Empal gentong biasanya dimakan dengan lontong atau nasi. Soal rasa, empal gentong memiliki cita rasa segar dan gurih karena kuah santan dan perasan jeruk nipis. Bagi yang suka pedas bisa menambahkan cabai bubuk sesuai selera.
Keunikannya kuliner ini terletak pada gerabah gentong yang dijadikan sebagai tempat untuk memasak kuahnya. Karena itulah makanan ini di namakan empal gentong. Penggunaan gentong sebagai tempat untuk kuah empal ini bukan tanpa sebab. Karena, ada sejarah yang melatarbelakanginya.
Menurut pemerhati sejarah dan budaya Cirebon. Jajat Sudrajat, dulunya empal atau gulai daging merupakan masakan khas Timur Tengah yang sudah ada di Cirebon sekitar abad ke 18-19. Pada zaman dahulu, Cirebon terdiri dari berbagai suku, seperti Jawa, Sunda, India, Cina, dan Arab.
“Masakan-masakan seperti gulai tersebut dibawa dari Timur Tengah oleh sultan-sultan pada masa lalu, kemudian diperkenalkan dan dilestarikan oleh orang Cirebon sendiri,” jelasnya saat ditemui di Kompleks Gua Sunyaragi, Kota Cirebon, Jumat (19/4/2019).
Karena dulu masyarakat belum mengenal panci, lanjutnya, maka mereka memasaknya dengan menggunakan gerabah gentong, sampai sekarang. Karena itulah, masakan ini kemudian dikenal dengan nama empal gentong.
Hingga sekarang, para penjual empal gentong selalu menggunakan gentong sebagai tempat memasaknya. Karena jika menggunakan panci, maka cita rasanya akan berbeda. Gentong yang terbuat dari gerabah tersebut menciptakan cita rasa yang khas tersendiri dan berbeda untuk empal gentong.
“Kalau pakai panci rasanya berbeda,” pungkas salah seorang pedagang empal gentong, Abdurrahman.(Jfr)
Leave a Reply