DEJABAR.ID, CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggulirkan berbagai program untuk mengatasi permasalahan sosial dan pemberdayaan anak yatim piatu. Hal ini merupakan upaya untuk mencegah adanya permasalahan sosial dampak adanya orang jompo dan yatim piatu di Kota Cirebon.
Menurut Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Asep Dedi, pemberdayaan tersebut bisa dilakukan melalui lembaga, panti, pondok pesantren serta pihak swasta yang siap menyalurkan CSR sebagai bentuk perhatian dan kuasa. Karena kepedulian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab semua pihak.
“Kita harus saling berbagi dan menyantuni sesama terutama anak yatim piatu yang sangat memerlukan uluran tangan kita semua,” jelasnya saat menghadiri Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim dan Jompo dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H di Islamic Center Kota Cirebon, Kamis (25/4/2019).
Dedi berharap untuk perlu tumbuh kesadaran orang-orang atau lembaga yang peduli dan dekat dengan anak yatim serta kaum dhuafa. Hal ini membantu program Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam mengentaskan permasalahan sosial. Apalagi, kegiatan dilakukan menjelang Bulan Suci Ramadhan yang memberikan keberkahan bagi umat muslim.
“Hal ini sejalan juga dengan program pemerintah dalam rangka amanah sosial dalam pembangunan bangsa yang diridhoi Allah SWT. Kami juga banyak membuat program-program yang dilakukan dinas terkait dalam memberikan perhatian kepada anak yatim piatu,” ujar Dedi.
Kegiatan sosial tersebut, lanjut Dedi, harus juga diikuti oleh lembaga lain sehingga persoalan sosial dapat selesai. Program sosial harus berkelanjutan sehingga masyarakat akan terbantu sehingga tidak timbul gejolak dan permasalahan kemiskinan.
“Saya berpesan semoga penyaluran santunan anak yatim ini benar-benar meringankan beban generasi muda yang sedang membutuhkan bantuan kita,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply