DEJABAR.ID, TASIKMALAYA – Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional yang jatu pada tanggal 02 Mei, Bupati Taaikmalaya, Ade Sugianto menyampaikan, dalam menghadapi era Revolusi 4.0, peserta didik ditekankan untuk mempunyai karakter dan jati diri bangsa dalam kerangka global.
“Peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku, dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat,” ungkapnya pada acara apel Hardiknas di Halaman Sekda Kabupaten Tasik, Kamis (02/05/2019).
Memurut Ade, penerapan teknologi dapat dioptimalkan di dunia sekolah mengingat peserta didik didominasi oleh generasi Z.
“Saat ini peserta didik kita didominasi generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru,” tambahnya.
Hal ini memurutnya, bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui Tri Pusat Pendidikan seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan.
Adapun peran Pemerintah Daerah di sini agar lebih dioptimalkan dalam menglola anggaran pendidikan demi tercapainya sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kita juga mencatat, agar anggaran pendidikan kita sekitar 63 persen dikelola daerah. Oleh karena itu, perlu diingatkan terus menerus agar daerah mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) baik dalam Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan untuk program-program prioritas, dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20 persen,” terangnya.
Lebih lanjut Ade mengungkapkan, dalam konteks ini, pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan sumber daya manusia yang berkualitas, akan berjalan secara optimal manakala Pemerintah Daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada pro aktif dan lebih aktif dalam mendorong dunia pendidikan dan kebudayaan.
Terakhir Ade mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan seluruh potensi nasional dalam kerangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Melalui momentum Hardiknas ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan jaman yang semakin kompetitif,” pungkasnya.(Ian)
Leave a Reply