DEJABAR.ID, SUBANG – Miris benar melihat fenomena penjaja seks di kawasan Jalan Cece Zakaria (Celeng) Pamanukan. Kendati bulan Ramadan, para Wanita Pekerja Seks (WPS) tersebut terlihat tetap mangkal seperti biasa.
Hasil Pantauan Dejabar.id, Sabtu (18/5/2019) malam, terlihat ada 4 WPS yang mangkal mencari lelaki hidung belang di kawasan samping Waterboom Bintang Fantasi, kemudian di kawasan pasar Impres juga terlihat beberapa WPS mangkal duduk di warung-warung kopi.
R, salah seorang WPS mengaku, terdesak kebutuhan mau lebaran sehingga tetap nekad menjajakan diri di jalanan mencari lelaki hidung belang.
“Terdesak kebutuhan mas, ini kan mau lebaran, anak harus beli baju dan kita juga harus punya bekal untuk mudik,” ujar WPS asal Indramayu tersebut.
Kendati tahu ini bulan Ramadan, R tetap tak peduli dan tak takut kena razia aparat.
“Hingga pertengahan Ramadan ini, belum pernah ada razia oleh aparat dikawasan celeng ini, sehingga kita masih tetap bebas mangkal seperti hari-hari biasa sebelum bulan puasa,” ungkapnya.
Senada juga dikatakan WPS Lainnya MS yang mengaku Selama Ramadan, pelanggan yang datang sangat berkurang. Hanya satu dua orang saja. Jika tak ada pelanggan, sejumlah PSK hanya nongkrong lalu pulang.
“Memang pada bulan suci Ramadan ini, para pelanggan terlihat sepi, kadang kita nongkrong sampai sahur juga sepi belum tentu dapat pelanggan,” katanya.
Berdasarkan pengakuan penjajakan cinta komersial tersebut, Para WPS yang sering mangkal di tempat kawasan pasar Impres Pamanukan atau yang dikenal perempatan Celeng tersebut berasal dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari luar kecamatan Pamanukan bahkan luar kabupaten Subang seperti Indramayu, Karawang dan Majalengka.
Masih banyaknya WPS yang mangkal di kawasan jalan Cece Zakaria Pamanukan, banyak disesalkan oleh masyarakat karena masyarakat menilai mereka para WPS tersebut telah mengotori kesucian bulan puasa di Pamanukan.
“Sebaiknya aparat terkait baik Polsek, Koramil, Satpol PP di wilayah Pamanukan segera turun tangan untuk melakukan razia serta menempatkan personilnya di kawasan prostitusi terselubung tersebut selama bulan Ramadan ini agar tak terlihat lagi ada PSK yang mangkal menjajakan diri selama bulan puasa,” ucap Rahmat warga Pamanukan.(Ahy)
Leave a Reply