DEJABAR.ID – Gas air mata merupakan “senjata” yang sering digunakan oleh pihak polisi maupun militer saat menghalau massa unjuk rasa yang semakin sulit dikendalikan. Jika terkena gas ini maka akan menimbulkan efek terbakar pada wajah, mata, serta saluran pernapasan yang ditimbulkan oleh gas air mata, diharapkan dapat membuat massa urung melanjutkan aksi yang mereka lakukan.
Guna mengenal lebih jauh tentang gas air mata ini, berikut fakta tentang gas air mata.
- Pertama kali digunakan saat Perang Dunia I

Pada saat itu, masing-masing negara yang terlibat dalam peperangan sudah menggunakan senjata kimia. Dilansir dari medium, Jerman yang pertama kali menggunakan gas air mata untuk menyerang pasukan Inggris. Pada tahun 1916, pasukan Prancis dibuat buta oleh serangan gas air mata yang dilancarkan pasukan Jerman.
- Bila terkena paparan gas air mata akan menimbulkan sensasi panas terbakar

Gas air mata memicu terjadinya iritasi pada bagian membran mukosa pada bagian mata, hidung, mulut, dan juga paru-paru. Gejala ini muncul sekitar 30 detik setelah terkena gas air mata. Saat seseorang terkena gas air mata langsung, maka matanya akan mulai berair, napas menjadi sesak, produksi air liur meningkat, sakit pada bagian dada, dan juga iritasi pada kulit.
Bukan hanya itu, paparan gas air mata yang lumayan intens bahkan dapat membuat seseorang mengalami muntah-muntah dan diare.
- Efek gas air mata dapat hilang paling cepat dalam waktu 30 menit

30 menit merupakan perkiraan waktu paling cepat hilangnya efek terpapar gas air mata seperti, iritasi mata dan kulit, napas yang sesak, dan hidung meler. Namun, ada juga yang harus menunggu berjam-jam, sampai kondisinya pulih kembali. Singkat atau lamanya efek gas air mata tergantung pada banyaknya, serta lamanya seseorang terpapar gas air mata.
- Pasta gigi tidak dapat digunakan untuk melindungi dari gas air mata

Banyak demonstran yang sengaja mengoleskan pasta gigi pada bagian bawah matanya, sebagai bentuk perlindungan dari gas air mata. Namun apakah cara ini memang ampuh? Dilansir dari INSI, cara ini merupakan mitos yang belum bisa dibuktikan kebenarannya. Cara terbaik melindungi diri dari gas air mata adalah tetap dengan menggunakan masker respirator.
- Juga digunakan di pelatihan militer

Gas air mata kerap digunakan saat latihan militer. Para calon prajurit akan diminta memasuki ruangan yang di dalamnya sudah dipenuhi dengan gas air mata, dengan memakai masker respirator. Saat sudah berada dalam ruangan, mereka akan diminta melepas masker dan menghirup gas air mata. Proses latihan ini berlangsung sekitar 3 hingga 5 menit.
Itulah beberapa fakta seputar gas air mata yang perlu kamu ketahui. Sebisa mungkin hindarilah tempat terjadinya demonstrasi, agar kamu nantinya tidak terpapar gas air mata yang kebetulan sedang ditembakkan ke arah para demonstran. (red/idntimes)
Leave a Reply